Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Kenapa Yah..? Seleksi Kepsek TK, SD dan SMP di Palu Kurang Dimianti

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

ilustrasi (@jabar.pojoksatu.id)

PALU – Seleksi yang dilakukan terhadap Kepala Sekolah se-Kota Palu dari jenjang TK, SD, dan SMP, belum menarik minat yang banyak dari pendaftar. Pasalnya, hingga H-2 pendaftaran, baru 2 sekolah yang mendaftar.

Padahal waktu pendaftan yang diberikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palu kepada pendaftar, sejak 27 Februari hingga 4 Maret 2017. Pihak Disdik juga mengakui telah mengedarkan surat kepada pihak sekolah terkait seleksi yang akan dilakukan kepada calon kepala sekolah. Seleksi ini juga dilakukan secara terbuka.

“Untuk saat ini, calon pendaftar masih mengurus persyaratannya. Untuk jumlah pastinya, nanti Sabtu sore,” ucap  Kepala Bidang (Kabid) Ketenagaan Disdik Kota Palu, Imam Sutarto kepada Radar Sulteng ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/3).

Imam juga menjelaskan ini merupakan baru pertama  dilakukan di Sulawesi Tengah (Sulteng). Jadi memang masih akan dilakukan evaluasi-evaluasi. Sekalipun jumlahnya nanti tidak mencukupi, Imam mengatakan akan membicarakannya dalam rapat bersama seluruh panitia yang terlibat.

“Kita akan carikan solusinya yang terbaik,” jelasnya.

Seleksi tersebut, lanjut Imam, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 28 tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Bahkan untuk Kota Palu, penerapannya sudah terhitung lambat karena daerah-daerah lain di luar Sulteng, sudah melaksanakannya.

Dari data yang didapatkan media ini, hingga hari Kamis (2/3) kemarin, dari semua jenjang, baru dua Sekolah yang mendaftar di Disdik. Sejak dibuka pendaftaran 27 Februari, baru 2 sekolah yang mendaftar, yakni SDN 10 Palu dan SMP 19 Palu. Sedangkan untuk jenjang TK belum ada satu pun mendaftar.

Sementara itu, Kepala SD Inpres 6 Lolu, Mariko Abu Bakar mengatakan dirinya tidak lagi mendaftar  karena sudah lebih dari 7 tahun menjabat Kepala Sekolah. Sedangkan dalam surat yang diberikan Disdik ke pihak sekolah, batas menjabat sebagai Kepala Sekolah hanya 8 tahun. Dia juga mengatakan guru-guru lain di sekolah yang dipimpinnya tersebut, tidak ada yang mau mendaftar sebagai Kepala Sekolah.

“Saya sudah beritahukan kepada guru-guru terkait informasi seleksi Kepala Sekolah. Namun tidak ada yang mau mendaftar,” ungkapnya.

Ditemui terpisah, Kepala SDN Tanamodindi, Nurainun mengatakan dirinya sudah belasan tahun menjadi Kepsek sehingga tidak memungkinkan lagi untuk mendaftar sebagai Kepsek. Usai menginformasikan seleksi Kepsek kepada para guru, dia mengatakan hanya 1 guru yang berminat.

“Dari sekolah ini, hanya satu yang mau mendaftar. Sekarang masih urus persyaratannya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SD 2 Besusu, Neni yang ditemui di Disdik Kota Palu saat mengurusi pendaftaran seleksi Kepsek mengatakan dirinya sampai sejauh ini masih mengurusi persyaratan yang dibutuhkan untuk mendaftar menjadi Kepsek. Neni mengaku sudah menjabat sebagai Kepsek selama 4 tahun, sehingga masih ada 4 tahun lagi waktu untuk menjabat sebagai Kepsek.

Namun Ibu 55 tahun itu mengaku, persyaratan yang harus dipenuhi cukup menyusahkan. Karena harus ke berbagai tempat untuk melengkapi berbagai persyaratan yang dibutuhkan.

“Ini sudah cape urus persyaratannya. Sisa satu lagi. Tinggal kelakuan baik sebagai pegawai,” tutupnya. (saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.