Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Kenang Dahsyatnya Gempa Palu di Kampung Jateng

Sapa Pengungsi dan Bermain Bola Bersama Anak-anak

PALU – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (17/9) mengunjungi Kota Palu yang tengah berbenah pasca dilanda gempa, likuifaksi dan tsunami dahsyat satu tahun silam. Di Kampung Jateng, Ganjar bersua dengan warga yang masih trauma pada bencana yang menelan korban ribuan jiwa.

Kampung Jateng merupakan kawasan hunian sementara yang dibangun oleh Pemprov dan masyarakat Jawa Tengah di Petobo untuk korban gempa. Ada 100 KK yang menempati 100 Huntara itu. Saat kali pertama berkunjung ke Palu usai bencana tersebut, Ganjar mengatakan lahan itu masih berupa tanah lapang tanpa hunian.

“Waktu itu temen-temen dari Jawa Tengah menyumbangkan tenaga pikiran dan material untuk saudara-saudara di sini. Waktu saya datang ini masih kosong kemudian dibangunlah Huntara dan Alhamdulilah bisa dipakai,” kata Ganjar.
Ganjar mengatakan saat ini pemerintah Sulawesi Tengah sedang menyelesaikan proses pembangunan hunian tetap untuk warga korban gempa dan tsunami. Dia berharap pembangunan yang dilakukan di daerah Tondo Kecamatan Mantikulore, Kota Palu segera rampung.

“Di sekitar Universitas Negeri, Universitas Tadulako. Semoga masyarakat bisa segera pindah ke sana,” katanya.
Ganjar ke Palu mulanya hendak meresmikan SD Negeri 2 Sirenja Tanjung Padang bantuan warga Jateng pada Rabu (18/9). Namun Ganjar tiba sehari lebih cepat untuk menengok warga penghuni Kampung Jateng.

Pembangunan hunian sementara untuk korban bencana di Palu waktu itu diakui oleh Astuti (38), salah satu penghuni, memang diinisiasi oleh Pemprov Jateng. Setelah hunian sementara yang diberi label Kampung Jateng itu jadi beberapa pihak juga langsung melakukan hal serupa. “Jadi awalnya di sini ada 100 KK. Karena Huntara ini yang pertama jadi kondisinya sudah agak rusak. Maka beberapa sudah pindah ke Huntara lain. Sekarang tinggal 78 KK,” katanya.

Tidak hanya rumah, di Kampung Jateng tersebut juga dibangun fasilitas lain seperti tempat MCK, sanitasi, saluran air. “Tapi sekarang air susah pak. Droping airnya dulu hanya enam bulan. Sekarang per kepala keluarga harus iuran Rp15 ribu perbulan untuk beli air,” kata koordinator ibu-ibu Huntara, Muli (37).

Selain ke Kampung Jateng, Ganjar juga menengok puing-puing akibat sapuan tsunami yang ada di bibir pantai Kota Palu. Puing Jembatan, perumahan, mall jadi saksi betapa dahsyatnya bencana gempa dan tsunami waktu itu. Bahkan Ganjar nampak termangu saat menyaksikan masjid Apung kebanggaan Kota Palu yang kini nampak setengah tenggelam. “Kita doakan semoga proses pembenahan ini berjalan lancar,” katanya.

MAIN BARENG : Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat bercengkrama usai bermain sepak bola dengan anak-anak korban bencana gempa di Kota Palu. FOTO : HUMAS PEMPROV JATENG

Tidak hanya itu, ketika melintas di Jalan DR Wahidin, Kelurahan Besusu, Kota Palu, Ganjar yang melihat sekolompok anak kecil tengah bermain sepak bola, singgah sejenak. Tidak jauh dari lokasi tersebut, ada toko perlengkapan olahraga, yang menjual bola dan dibeli oleh Ganjar lalu diserahkan kepada anak-anak tersebut. Ganjar pun bermain sepakbola sejenak bersama anak-anak korban gempa ini. (agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.