Kementan Optimalisasi BPP Lewat Kostratani

Dinas TPH Sulteng Dukung Penuh Program Kementan

- Periklanan -

PARIMO-Staf Khusus Menteri Pertanian, Ir H Firdaus Hasan MP bersama Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Balai Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Ir Bustanul Arifin Caya MDM mengadiri temu penyuluh dalam rangka pendampingan program Kostratani yang digelar di Kantor Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, kemarin (18/12).

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai itu, di hadapan para penyuluh, Bustanul Arifin menjelaskan tentang pentingnya Kostratani sebagai pusat data. Kostratani yang merupakan bentukan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo ini bertujuan untuk mendorong penguatan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai garda terdepan pelaksana program pembangunan pertanian. Di tingkat nasional disebut Kostranas, di tingkat Provinsi disebut Kostrawil, di tingkat Kabupaten disebut Kostrada, dan di tingkat Kecamatan disebut Kostratani.

“Kostratani itu adalah merupakan optimalisasi Balai Penyuluhan Pertanian sebagai pusat gerakan pembangunan pertanian,” kata Bustanul Arifin.

Para pejabat Kementan, bersama Dinas TPH Provinsi Sulteng, dan Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai.

Kostratani lanjutnya juga menjadikan penyuluh pertanian hingga ke tingkat BPP bisa melek teknologi. Melalui pengembangan Kostratani sebagai pusat data kata Bustanul, ketika Menteri Pertanian membutuhkan data terupdate pertanian suatu wilayah bisa langsung mengakses dan menghubungi langsung penyuluh di tingkat BPP melalui Teleconference yang bakal dihubungkan ke seluruh BPP seIndonesia.

Saat ini seIndonesia sudah terbentuk 400 Kostratani dan difasilitasi dengan server untuk melakukan Teleconference dan saling terhubung antara Kementerian Pertanian dengan seluruh BPP. Untuk Parimo sendiri saat ini sudah dibentuk 4 Kostratani yaitu di Kecamatan Balinggi, Kecamatan Torue, Kecamatan Parigi Selatan dan Kecamatan Mepanga. Server ini nantinya bakal tersedia di seluruh kantor BPP. Untuk di Kabupaten dipusatkan di Kantor Dinas TPH, dan di tingkat Provinsi di Kantor BPTP.

- Periklanan -

“2020 nanti di beberapa wilayah kecamatan akan kita kembangkan dengan hal seperti ini pengembangan IT di seluruh Balai Penyuluh Pertanian. Targetnya 2021 itu selesai semua,” terangnya.

Staf Khusus Mentan, Firdaus Hasan menambahkan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo kata dia berdasarkan pengalamannya menilai, gerakan pertanian harus digerakan dari bawah. Makanya salah satu program utama 100 hari kerja Mentan sambungnya ialah optimalisasi BPP melalui Kostratani.

“Pak Menteri memang pernah jadi Camat. Jadi dia tahu, untuk menumbuhkan pertanian ini bukan dari atas. Tapi memang harus dari bawah, dari kecamatan. Dari atas itu akan mempersiapkan fasilitasi seperti perangkat-perangkat di BPP. Kostratani ini sebenarnya intinya IT,” jelasnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulteng yang diwakili Kepala Bidang Penyuluhan, Ir Moh Adam MM MSi menegaskan, Kepala Dinas TPH mendukung sepenuhnya program Kementan ini.

“Ibu Kadis sudah menyampaikan, bahwa beliau mendukung sepenuhnya program ini. Jika itu untuk perbaikan pertanian di Sulteng pasti beliau akan mendukung penuh,” pungkasnya.

Selain dihadiri pejabat Pemkab Parimo, turut hadir pula, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sulteng, Feri Munir, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu, drh Ida Bagus Soma Wijaya, serta Koordinator Penyuluh Provinsi Sulteng, Sri Mustika, dan pejabat lainnya. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.