Kembangkan Teknologi Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kakao

Pendampingan dan Pembinaan Poktan Mitra Desa Sarumana

- Periklanan -

SIGI-Tim Pengabdi dari Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Untad) Palu, masing-masing Dr. Ir. Flora Pasaru, M.Si, Dr. Ir. Yosep Patadungan, M.P, dan Dr. Ir. Moh. Hibban Toana, M.Si, berada di Desa Sarumana Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam kegiatan pemdampingan dan Pembinaan Kelompok Tani (Poktan) Mitra Desa Sarumana.

Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan sektor perkebunan yang turut memberi andil dalam meningkakan perekonomian masyarakat terutama di pedesaaan. Desa Sarumana, termasuk sentra pengembangan kakao di Kecamatan Palolo. Umumnya penduduk di desa tersebut melakukan budidaya kakao, meskipun demikian produktivitas kakao yang dicapai masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan rata-rata produksi kakao nasional.
Dalam pengembangan tanaman kakao diberbagai sentra produksi kakao di Sulteng pada beberapa tahun ini (kurang lebih 4 tahun) mengalami penurunan produksi.

Beberapa faktor yang menyebabkan produksi kakao tersebut terus menurun, antara lain, pertama, tanaman kakao rakyat sudah berusia tua (tanaman sudah berumur lebih dari 15 tahun). Kedua, serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK) Conopomorpha cramerella. Ketiga, serangan penyakit pembuluh kayu Vascular Streak Dieback (VSD). Keempat, serangan penyakit busuk buah Phythopthora palmivora. Dan, kelima, kurang perawatan oleh petani.

Masalah yang dihadapi masyarakat/petani kakao, hasil rembug dengan anggota Poktan Mitra bersama dengan pemerintah setempat (Kepala Desa, red) disepakati untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, yakni dengan pendampingan dan pembinaan masyarakat dalam pelaksanaan Program Pengembangan Desa Mitra (PPMD).

- Periklanan -

Program PPDM ini bertujuan untuk mengembangkan Desa Sarumana sebagai pusat kakao rakyat di Sulteng, melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota masyarakat dalam perakitan teknologi budidaya berdaya hasil tinggi, teknologi pengendalian hama dan penyakit kakao, teknologi pengembangan pupuk organik untuk kesinambungan produksi kakao dan teknologi penanganan hasil kakao agar dapat bernilai jual tinggi.

Metode yang diterapkan dalam tujuan tersebut adalah pelatihan, demonstrasi teknologi, demplot, pendampingan dan pembinaan yang dilakukan secara partisipatif dan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan kakao berdaya hasil tinggi.

Pada pelaksanaan pelatihan diberikan materi tentang teknik grafting, pengendalian hama PBK menggunakan predator Dolichoderus thoracicus, pengendalian penyakit VSD dengan mikroba antagonis, pengendalian penyakit busuk buah kakao dengan biofungisida, dan pembuatan pupuk organik berbahan baku limbah kulit buah kakao.

Dari kegiatan ini diharapkan bertambahnya wawasan dan pengetahuan masyarakat sasaran, terjadinya perubahan sikap maupun pola pikir dari masyarakat kelompok tani mitra, bertambahnya skill masyarakat dalam mengelola sumberdaya alam maupun limbah pertanian melalui program pelatihan pembuatan pupuk kompos berbahan baku limbah kulit buah kakao, dan terampil dalam perakitan teknologi pengendalian OPT pada tanaman kakao.(mch/exp)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.