Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Kembali, LKPP-RI Laksanakan Ujian Keahlian PBJ

Sumardin : Idayanti, Pejabat Pemkab Tolitoli Raih Nilai Tertinggi

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Setelah beberapa kali pelaksanaan Ujian Sertifikasi keahliaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Pemerintah (PBJP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada tahun 2021 berjalan dengan baik, kembali Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia (LKPP-RI) menyelenggarakan kegiatan tersebut di Kota Palu, akhir Pekan lalu.

“Alhamdullilahirrabil Alaamiin, pelaksanaan Ujian keahlian PBJP yang dilaksanakan langsung oleh LKPP-RI pada tanggal 24 April 2021 bertempat di Laboratorium Komputer SMKN 2 Palu berjalan dengan lancar, aman dan baik,” ujar Sumardin, SE, direktur Lembaga Pemberdayaan Rakyat Nusantara (L-Peran) kepada Radar Sulteng, di Palu, baru-baru ini.

L-Peran—merupakan salah satu Lembaga Penyelenggara Pelatihan (LPP) yang diakreditasi “B” oleh LKPP-RI, sebagai penyelenggara Bimtek dan Ujian keahliaan PBJP se-Indonesia.

Menurut Sumardin, salah satu penyebab lancarnya ujian PBJP di Sulteng yang selama ini dilaksanakan L-Peran bekerjasama dengan LKPP-RI karena perangkat komputer yang ada di Labkom daerah ini sangat memenuhi syarat kualifikasi yang dipersyaratkan LKPP-RI. “Selama hampir 10 tahun kami melaksanakan Bimtek dan ujian keahliaan PBJP di Sulteng, Alhamdullilahirrabil Alamiiin, berjalan dengan lancar. Mulai dari sistemnya masih menggunakan LJK (lembar jawaban komputer-red) hingga empat tahun terakhir ini sudah beralih ke sisitem berbasis komputer atau CAT,” ujar Sumardin, yang biasa disapa oleh pegiat PBJ di Indonesia dengan panggilan Bang Ardi.

Dia menambahkan, Labkom milik SMKN 2 Palu yang terletak di jalan Setiabudi Palu merupakan salah satu Labkom terbaik yang dimiliki Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah sebab memiliki perangkat komputer yang sangat memenuhi syarat untuk dilaksanakan ujian nasional berbasis komputer.

“Bahkan sejumlah pengawas ujian dari LKPP-RI mengakui bahwa akses internetnya cepat sehingga peserta ujian sertifikasi PBJP dapat dengan tenang mengerjakan ujian,” ucap putra kelahiran Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah itu.

Ditanya pelaksanaan ujian keahliaan PBJP pada 24 April 2021, Ardi menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 25 orang pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang berasal dari Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Sigi, Kota Palu, Kabupaten Donggala dan dari lingkungan kantor Gubernur Sulteng.

“Bahkan pesertanya ada juga yang berasal dari Kementerian PUPR dan Brimob Polda Sulteng,” tuturnya, seraya menambahkan,”peserta dari Brimob atas nama Sandy juga lulus”.

Khusus untuk ujian kali ini, tambah Bang Ardi, yang mendapat nilai tertinggi adalah peserta dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolitoli dengan nilai yang cukup fantastis sebab melewati level angka 200.

“Padahal passing grade/batas minimal kelulusan pada angka 167. Sementara Ibu Idayanti, berhasil dengan nilai 229. Dan nilai tersebut adalah nilai calon widyaswara di LKPP,” ucapnya.

Sehingga dia berharap, Pemkab Tolitoli dapat memberdayakan keberadaan Ibu Idayanti. “Melihat nilai ujian keahliaan sertifikasi PBJ sangatlah tinggi, saya menyarankan agar pemda Tolitoli memberdayakan kemampuan dan kecerdasan beliau (Idayanti-red) dan kalo perlu pak Bupati dapat melantiknya menjadi salah satu pejabat di ULP atau UKPBJ Tolitoli,” saran Bang Ardi.

Dia juga berharap karena masih kurangnya pejabat yang mengantongi keahliaan PBJ di Sulteng, termasuk di kabupaten Sigi, Donggala, Poso, Parigi, Banggai agar pemerintahnya dapat mendukung kegiatan Bimtek dan Ujian PBJ dilaksanakan di daerahnya masing-masing.

“Saya harap semua pemerintah daerah di Sulteng, termasuk Pemerintah Kabupaten Tolitoli terus memberi dukungan kepada stafnya dalam meningkatkan kompetensi di bidang pengadaan. Dan Insya Allah kami akan melaksanakan bimtek dan ujian keahliaan PBJ langsung di kabupaten Se-Sulteng, termasuk di kota Tolitoli. Itu sudah planning kami. Dan Tolitoli direncanakan akan digelar pada bulan Mei ini,” demikian Bang Ardi.

Informasi yang berhasil dihimpun Radar Sulteng, menyebutkan bahwa pelaksanaan ujian keahliaan PBJP sesuai Regulasi LKPP-RI akan berakhir per 31 Desember 2023 dan pada 1 Januari 2024 sudah diberlakukan kompetensi bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan sistem ujian lulus dan tidak lulus. Pejabat yang dapat mengikuti tahapan tersebut adalah mereka yang telah lulus keahlian tingkat dasar.

Sesuai ketentuan Perundangan-Undangan pengadaan barang/jasa pemerintah yaitu Perpres 16/2018 dan Perpres 12 tahun 2021, bahwa yang dapat menjabat sebagai pejabat pengadaan di lingkungan pemerintah “wajib” lulus ujian sertifikasi keahliaan PBJP.

LPP L-Peran, sebagai salah satu penyelenggara Bimtek dan Ujian keahliaan PBJP di Indonesia dengan akreditas “B” oleh LKPP-RI, akan terus melaksanakan kegiatan tersebut di Sulawesi Tengah dalam upaya meningkatkan jumlah ASN di provinsi ini yang mengantongsi sertifikasi pengadaan.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.