Kelompok DPO Diyakini Masih di Sekitar Perkampungan

- Periklanan -

Ilustrasi pasukan Operasi Tinombala saat berada di Poso beberapa waktu lalu. (@jpnn)

PARIMO – Pasca tertembaknya seorang warga Desa Parigimpuu, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) pada Kamis (3/8), Suju (30), aparat keamanan langsung melakukan pengejaran.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, jaga keamanan. Sebab para kelompok besenjata tidak jauh dari perkampungan.

“Pergerakan mereka ini di sekitar kampung, antara dua sampai empat kilometer dari kampung,” ungkap Danrem 132 Tadulako, Kolonel (Inf) M Saleh Mustafa, saat di kantor Koramil Parigi, Jumat (3/8).

Pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diyakini adalah Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang sudah bergeser dari wilayah penggunungan Poso ke wilayah Parimo dilakukan Satgas Tinombala TNI/Polri, Jumat (4/8) menggunakan satu unit helikopter TNI.

Menurut Danrem, fokus pencarian menggunakan helikopter masih di sekitar TKP penembakan, yakni di Pegunungan Poraa, Desa Parigimpuu, Kecamatan Parigi Barat.

Penggunaan helikopter tersebut bagian dari konsep operasi pengejaran yang dilakukan oleh personel Ops Tinombala.

“Kita gunakan heli inginkan kecepatan. Karena pergerakan mereka cepat, menguasai medan dan mengetahui jalan-jalan di hutan,”jelasnya.

- Periklanan -

Sehingga, diperlukan kecepatan, kemudian digunakan juga untuk mendrop pasukan menuju titik-titik yang dimungkinkan dilintasi oleh para DPO kelompok MIT.

Ia mengungkapkan bahwa pergerakan kelompok Ali kalora, memang sudah masuk di wilayah parigi.

“Adapun upaya yang dilakukan personel Ops Tinombala di Poso, sebagian digeser di Parimo untuk melakukan pengejaran,”ujarnya.

Pihaknya menyadari, tentunya ada kekhawatiran masyarakat, bertanya-tanya atau cemas melihat perkembangan, aktivitas. Tetapi ia meminta agar tidak perlu cemas.

“Masyarakat parigi tidak perlu cemas. Ini akan ditangani secara hukum, profesional oleh prajurit,”tandasnya.

Kemudian, peran masyarakat juga sangat diharapkan. Khususnya berkaitan dengan informasi. Apabila ada orang mencurigakan meminta logistik, bisa segera diinformasikan kepada TNI/Polri.

“Mereka tidak lepas dari logistik, cari makan. Tidak mungkin dia bertahan di hutan tidak makan. Sumber logistik ini biasanya yang membuat para DPO ini lari kemasyarakat,” ujarnya.

Disamping itu ia juga berharap, jika kemudian masyarakat, petani bertemu dengan aparat jangan takut. Bila bertemu dengan orang mencurigakan dengan ciri-ciri sama dengan DPO, diminta agar segera dilaporkan.

Terkait dengan lama operasi pengejaran pihaknya belum bisa menentukan. (iwn)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.