Kelompok Ali Kalora Rekrut Anggota Baru

Dari Tujuh Bertambah Menjadi 14 Orang

- Periklanan -

PALU – Operasi Tinombala atau operasi pengejaran terhadap sisa kelompok terorisme Muhajidin Indonesia Timur (MIT) di wilayah Kabupaten Poso yang kini dipimpin Ali Kalora terus ditingkatkan Polri.
Catatan terbaru kelompok MIT kembali merekrut anggota baru. Polda Sulteng mencatat saat ini kelompok MIT Poso bertambah menjadi 14 orang.
Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hery Murwono di Polda Sulteng, Rabu (9/1) mengatakan, Operasi Tinombala melibatkan Mabes Polri juga melibatkan TNI untuk membeckup pengejaran terhadap kelompok MIT dengan wilayah operasi Poso, Parimo dan Sigi mengejar sisa kelompok MIT. “Saat ini kelompok dibawa pimpinan Ali Ahmad alias Ali Kalora diketahui bertambah menjadi 14 orang,” ujarnya.
Hery Murwono menambahkan, kelompok MIT Poso saat ada tambahan kelompok baru yang merupakan DPO dari luar Sulteng yakni DPO Ambon, DPO Banten dan DPO Makassar. DPO baru lanjut Hery, di antaranya, Alhaji Kaliki alias Ibrohim DPO asal Ambon, Rajif Gandi Sabban alias Rajes DPO Ambon, Aditya alias Kuasa DPO Ambon. Selanjutnya Alvin alias Adam DPO Banten, Jaka Ramadhan alias Ikrima DPO Banten, Alqindi Mutaqien alias Muaz DPO Banten dan Andi Muhammd alias Abdulah DPO Makassar.
“Polri mengimbau kepada anggota MIT segera menyerahkan diri, karena dengan menyerahkan diri situasi akan berbeda,” terangnya.
Data Radar Sulteng sepeninggalnya pimpinan MIT sebelumnya Santoso, anggota kelompok MIT yang bertahan di hutan Poso sebelumnya tersisa tujuh orang yakni, Ahmad Ali alias Ali Kalora yang disebut-sebut kini memimpin kelompok MIT. Basri alias Romzi Katar alias Farel alias Anas. Askar alias Jaid alias Pak Guru. Nae alias Galuh alias Muhlas. Abu Alim alias Ambo. Moh Faisal alias Namnung.
Beberapa bulan kemudian Polres Poso mempublikasikan kelompok MIT kembali bertambah menjadi 10 orang, yakni Alhaji Kaliki alias Ibrohim DPO asal Ambon, Rajif Gandi Sabban alias Rajes DPO Ambon, Aditya alias Kuasa DPO Ambon.
Pasca penembakan dua polisi yang hendak mengevakuasi korban pembunuhan sadis dengan cara dimutilasi di Desa Salubanga, Sausu, Kabupaten Parigi Moutong yang diduga merupakan kelompok MIT, Polda Sulteng kembali merilis kelompok MIT terus bertambah menjadi 14 orang dengan DPO baru dari Ambon, Banten dan Makassar.

- Periklanan -

Informasi yang dihimpun Radar Sulteng, operasi pengejaran kelompok MIT saat ini menurunkan sekitar 1.000 pasukan gabungan TNI-Polri. Polri menurunkan BKO dari Brimob Kelapa dua dan TNI dari satuan Rider. “Yang saya dengar untuk membeckup pengejaran kelompok MIT ada seribuan pasukan TNI-Polri di-BKO ke Poso dan Parimo,” ujar sumber yang minta tidak menyebutkan identitasnya.
Libatkan Pasukan Elit TNI

Puluhan pasukan TNI telah tiba di Poso, Rabu (9/1) kemarin. Pasukan TNI ini diturunkan untuk memburu kelompok teroris MIT yang kembali beraksi membunuh warga sipil dan menembaki polisi pada akhir Desember 2018 lalu.
Tiba di Bandara Kasiguncu pukul 14.00 wita, rombongan pasukan berpakaian preman ini langsung naik ke tiga unit mobil truk polisi dan dua unit bus sekolah Pemkab Poso menuju ke markas Kodim 1307 Poso.
Puluhan pasukan elit TNI tersebut mendarat di Poso menggunakan dua pesawat khusus C295 milik TNI-AU dan Polri. Terpantau, pasukan berpakaian preman ini datang dilengkapi dengan persenjataan canggih.
Sejumlah kotak dan tas besar diduga berisi amunisi dan persenjataan diturunkan dari pesawat dan dinaikan ke mobil truk.
Informasi yang diperoleh Radar Sulteng, pasukan yang tiba di Poso menggunakan pesawat TNI dan Polri tersebut berjumlah 50 orang. Puluhan pasukan ini berasal dari kesatuan elit TNI, antara lain Kopassus dan Kostrad.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun TNI terkait kedatangan pasukan elit TNI untuk BKO operasi Aman Tinombala 2019 ini. Para pimpinan Polri/TNI di Poso yang coba dimintai keterangan wartawan, enggan berkomentar. (ron/bud)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.