Kelembagaan FKUB Akan Diatur Peraturan Presiden

Hasil Konferensi FKUB se-Indonesia Disampaikan kepada Presiden di Bogor

- Periklanan -

PALU – Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia menyampaikan hasil konferensi Nasional V Tahun 2019 yang dilaksanakan di Makassar Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 1 -3 Maret 2019, kepada Presiden Joko Widodo, di Istana Bogor, Senin, kemarin.
“Hasil konferensi nasional V di Makassar, di sampaikan langsung oleh Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia Ida Pangalingsir Agung Putra Sukahet, kepada Presiden Jokowi Dodo,” ucap Ketua FKUB Sulteng Prof Dr H Zainal Abidin MAg, pascapertemuan singkat FKUB dengan Presiden, dihubungi dari Palu, Senin (18/3).
Kepada Presiden, kata Zainal Abidin, FKUB Indonesia menyatakan siap untuk menyukseskan, menjaga perdamaian dan ketentraman, pesta demokrasi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, legislatif dan DPD tahun 2019.
FKUB juga menyatakan siap membantu penyelanggara pemilu untuk menyosialisasikan pemilu kepada masyarakat, demi peningkatan partisipasi pemilih pemilu 2019.
FKUB Indonesia lewat Ida Pangalingsir Agung Putra Sukahet, kata Zainal Abidin, memohon kepada Presiden agar kiranya memberikan perhatian khusus kepada FKUB.
Yaitu, FKUB meminta agar kelembagaan FKUB termasuk peran dan fungsi serta penganggaran diatur lewat Peraturan Presiden, sehingga lebih memaksimalkan peran pembinaan oleh FKUB.
“Presiden sepakat dengan FKUB untuk mewujudkan pemilu 2019 yang aman, damai dan tentram. Presiden juga sepakat dengan FKUB terkait peran meningkatkan partisipasi pemilih,” sebut Zainal Abidin.
Presiden Jokowi juga menyetujui usulan Asosiasi FKUB Indonesia yang meminta kelembagaan tersebut diatur lewat Peraturan Presiden. Presiden yang didampingi oleh Menteri Sekretariat Negara Pratikno dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam pertemuan itu, meminta Mensesneg menindak lanjuti usulan FKUB terkait kelembagaan itu.
Pertemuan Asosiasi FKUB Indonesia dan Presiden Joko Widodo berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Pertemuan itu mulai sekitar pukul 11.00 WIB.
“Dalam pertemuan itu Ketua Asosiasi FKUB juga menyampaikan bahwa Konferensi FKUB tahun 2020 akan dilaksanakan di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara,” sebut Ketua MUI Palu itu.
Konferensi FKUB se-Indonesia di Makassar yang berlangsung selama tiga hari menghasilkan beberapa program strategis dalam bidang penguatan peran kekembagaan, antara lain, peningkatan Peraturan Bersama Menteri Dalam negeri dan Menteri Agama No 8 dan 9 Tahun 2006 menjadi Undang-undang Kerukunan atau Peraturan Presiden. Penguatan Asosiasi FKUB Indonesia dengan Badan Hukum dan Anggaran yang jelas memperkuat peran dan fungsinya. Pembentukan FKUB Tingkat Kecamatan yang diperkuat lewat Peraturan Gubernur atau Bupati. Membentuk lembaga perempuan peduli kerukunan dan wadah kerukunan pemuda lintas agama. (*/lib)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.