Kelabui Aparat, Tambang Dongi Dongi Operasi Tengah Malam

- Periklanan -

PALU – Walaupun sempat dihentikan karena penyebaran Covid-19 atau Corona Virus, para pekerja tambang emas ilegal di kawasan konservasi Balai Taman Nasional Lore Lindu (BTNLL) tidak kehabisan akal.

Untuk mengindari penertiban alias tertangkap pihak kepolisian melakukan aktivitas pertambangan liar, para pemodal dan pekerja tambang melakukan aktivitas alias operasi penambangan tengah malam, hingga menjelang matahari terbit.

Sumber Radar Sulteng yang juga warga desa tetangga mengatakan, aktivitas tambang emas Dong-Dongi sempat terhenti hampir dua bulan, karena saat penyebaran Corona Virus sudah menyebar di beberapa wilayah di Sulteng. Saat ini aktivitas ilegal tersebut berjalan lagi. “Sudah dua malam ini, Sabtu dan Minggu orang kerja. Tapi kerjanya tengah malam, pakai senter kepala,” beber sumber yang minta tidak menyebutkan identitasnya.

Lanjut sumber, jika dihitung-hitung dua malam aktivitas tambang Dongi-Dongi ada sekitar 700 orang pekerja tambang laki-laki atau dalam istilah tambang di Dongi-Dongi disebut Kongsi yang bekerja pada tengah malam. “Tidak mungkinlah pekerja mau kerja kalau tidak ada pemodal yang mengarahkan,” ungkapnya.

- Periklanan -

Sumber Radar Sulteng menambahkan, sebenarnya aktivitas tambang emas ilegal Dongi Dongi seperti aktivitas tambang ilegal lainnya. Aktivitas dilakukan main kucing-kucingan dengan aparat hukum, jadi ketika ada rencana penertiban, aktivitas tambang tutup. Begitu pengawasan mulai kendor, aktivitas tambang lanjut lagi, bahkan sampai kerja tengah malam. “Kalau sekarang ini yang beraktivitas lagi karena ada pemodal baru,” ujarnya.

Sementara kata sumber Radar Sulteng lagi, pemodal lokal tidak beraktivitas karena ada kesepakatan melalui forum adat yang dibentuk, aktivitas tambang dihentikan karena ada wabah virus Corona. Makanya para pemodal lokal merasa aktivitas tambang yang saat ini tidak sesuai kesepakatan awal. “Saya lihat-lihat ada nanti sesama penambang ribut. Harus cepat ditangani pihak terkait nanti bisa jadi kacau,” ujarnya.

Sebelumnya kata sumber, saat beredar informasi aktivitas tambang emas ilegal di Dongi Dongi kembali bekerja. Ada pihak kepolisian dari Polda Sulteng turun ke lokasi. Hanya saja perkembangannya seperti apa dia juga tidak tahu. “Yang saya dengar ada dari Polda turun ke lokasi tambang. Ada juga yang bilang sempat mengamankan beberapa karung material tambang. Tapi kelanjutannya seperti apa? Saya juga tidak tahu,” katanya.

Jika terus dilakukan pembiaran, perlahan-lahan kawasan penambangan ilegal di kawasan BTNLL akan semakin meluas dan sudah pasti akan berdampak pada lingkungan. “Kuncinya aparat keamananlah. Kalau begini terus, nanti lihat seperti apa dampak lingkungannya,” pungkas sumber.

Sementara Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto dikonfirmasi Radar Sulteng via ponsel, terkait informasi adanya anggota Polda Sulteng yang turun ke lokasi tambang emas ilegal Dongi Dongi, membantah. Menurut Didik, pihaknya sudah menghubungi Ditreskrimum menanyakan adanya informasi tersebut. “Tidak ada barang bukti yang diamankan. Saya baru hubungi pihak Ditreskrimum. Mungkin bukan dari Polda, bisa jadi dari pihak Polres Sigi atau Poso,” pungkasnya. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.