Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Kejurnas PSHT di Surabaya, Kontingen Sulteng Raih 4 Emas

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pose bersama kontingen Sulteng yang mengikuti Kejurnas PSHT Unair Cap 2017 tanggal 24-29 Juli 2017, pekan lalu, di Surabaya. (Foto: PSHT Palu)

PALU-Kejuaraan Nasional Pencak Silat Setia Hati Terate (PSHT) dilaksanakan selama enam hari, 24-29 Juli, pekan lalu. Pada iven kontingen Sulteng yang diwakili oleh PSHT Rayon Madani Cabang Palu, terdiri dari 8 orang atlet dan satu official, dengan mengikuti empat kelas. Dan, prestasi yang berhasil diraih patut diacungi jempo.

Dari empat kelas yang diikuti pada pertandingan yang dilaksanakan di Gor Basket Universitas Airlangga Kampus C Surabaya tersebut, kelas usia dini kontingen Sulteng berhasil meraih satu medali emas dan kelas praremaja berhasil meraih tiga medali emas. Selanjutnya, pada kelas remaja kontingen Sulteng berhasil meraih satu medali perak dan satu medali perunggu, serta kelas dewasa berhasil meraih satu medali perunggu.

“Total medali yang berhasil kami dapatkan empat medali emas, satu perak dan dua perunggu,” ujar Ayu Febrianti, official sekaligus pelatih dan manager PSHT Rayon Madani Cabang Palu, kemarin (30/7).

Atlet pencak silat yang mengikuti kejurnas di Surabaya tersebut berasal dari SD, SMP dan SMA Madani Palu ditambah dengan siswa SMP 15 Palu.

Ayu mengaku, persoalan dana menjadi salah satu kendala yang dihadapi selama ini. Karena tidak adanya dukungan kongkret dari pihak-pihak terkait, pada iven Kejurnas pekan lalu, dana untuk akomodasi dan transportasi ‘terpaksa’ merogoh kocek pribadi. Ditambah lagi dengan sumbangan dari pihak yang peduli dengan olah raga pencak silat di daerah ini.

Ayu menceritakan, menjelang Kejurnas di Surabaya, pihaknya sempat komunikasi dengan gubernur. Minta dibantu dana untuk akomodasi dan transportasi kontingen Sulteng. Ketika itu, responsnya Gubernur sangat bagus.

“Pak Gub disposisi ke KONI. Tapi, sampai di KONI tidak ada realisasinya, alasannya dana TW III belum cair,” keluhnya.

Meski demikian, PSHT Rayon Madani Cabang Palu tetap ‘semangat’. Ayu mengatakan, untuk menambah jam terbang dari atlet pencak silat binaannya, pada pertengahan Bulan November 2017 mendatang pihaknya akan mengikuti lagi kejuaraan International Student Championship of PSHT Raja Brawijaya. Iven tersebut dilaksanakan oleh Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur.

“Iven pelajar (untuk pencak silat, red) di daerah kurang, untuk mengembangkan prestasi atlet memang harus keluar daerah. Dan terbukti, atlet kita berprestasi pada Kejurnas kemarin,” sebutnya.

Pada kejuaraan internasional yang akan dilaksanakan di Malang pertengahan November mendatang, pihaknya merencanakan akan membawa 15 atlet untuk mengikuti berbagai kelas yang dipertandingkan. Catatannya, bila dana akomodasi dan transportasi cukup. (ars)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.