Kejati Tetapkan Tersangka Korupsi Alkes di Poso

Proyek Tahun 2013, Libatkan Orang yang Sama

- Periklanan -

PALU – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng), terus mengembangkan proses penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) proyek pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Poso, serta proyek pengadaan peralatan kedokteran, kesehatan dan peralatan KB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Poso, yang sama terjadi di tahun 2013 silam.

Buktinya, Rabu (15/5) baru-baru ini, penyidik Kejati Sulteng kembali menetapkan seorang tersangka yang cukup berperan penting terhadap pelaksanaan proyek pengadaan di dua tempat atau lembaga berbeda itu. Tersangka itu adalah Angkasa Asray Kadoy, ST.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulteng, melalui Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Edward Malau SH MH, menerangkan penetapan tersangka Angkasa Asray K, dilakukan pada hari Rabu (15/5). Itu setelah penyidik merampungkan seluruh pemeriksaan, baik saksi-saksi, alat bukti terkait, termasuk pemeriksaan terhadap diri tersangka.

- Periklanan -

“Tersangka ini adalah seorang PNS pada Dinas PU Kabupaten Poso. Dalam proyek pengadaan di tahun 2013 silam, dia selaku ketua Unit Pelayanan Pengadaan (UPL),” terangnya kepada Radar Sulteng.

Lanjut Aspidsus, tersangka Angkasa Asray ini bertanggungjawab terhadap proyek pengadaan alkes di dua tempat berbeda tersebut. Baik proyek pengadaan di Dinkes Poso begitu juga terhadap kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat kedokteran, kesehatan dan KB di RSUD Poso. Usai penetapan tersangka belum dilakukan penahan. “Untuk penahanannya penyidik belum melakukannya. Mengingat bulan ramadan dan sebentar lagi Idul Fitri. Tersangka juga kooperatif,” tutur Edward lagi.

Dikatakan Edward, dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Alkes di Kabupaten Poso ini terjadi di dua lokus delikti berbeda. Rekanan pelaksananya pun berbeda. Untuk proyek pengadaan alkes di Dinkes Poso dilaksanakan PT Enseval Putera Megatrading (Tbk). Pagu anggarannya sebesar Rp 13. 057.905.000. Dugaan korupsi pengadaan di Dinkes ini tersangkanya selain Angkasa, satu lagi adalah PPK proyek pengadaan Noberial Marthen Salmon, SKM. “Tersangka Noberial ini, kita tetapkan tersangka dua hari yang lalu. Dia juga belum kita lakukan penahanan,” tuturnya.

Sementara untuk dugaan korupsi proyek pengadaan alat kedokteran, kesehatan dan KB pada RSUD Poso, dikerjakan PT. Prasida Ekatama. Pagu anggarannya Rp 16.472.819. 000. Diduga korupsi proyek pengadaan ini tersangkanya juga termasuk adalah Angkasa. Sementara satu tersangka lagi adalah Suraida dan merupakan seorang PNS. Suraida merupakan PPK dalam proyek pengadaan di RSUD Poso, yang lebih ditetapkan tersangka akhir tahun 2018 lalu.
“Untuk dua kasus ini, dugaan kerugian negara yang timbul itu, kurang lebih Rp 10 miliar. Selain mereka bertiga ini, dalam waktu tidak lama akan ada tersangka lagi, bisa 3, bahkan 5 tersangka,” tandasnya. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.