Kejari Telaah Sisa Dana Hibah KPU Donggala

Hasil Audit Harus Mengembalikan Rp 1,9 Miliar

- Periklanan -

DONGGALA – Selama sepekan, tim audit KPU RI melakukan pemeriksaan terhadap laporan pengelolaan anggaran dana hibah Pilkada 2018 di KPU Kabupaten Donggala. Dari hasil audit tersebut, KPU Donggala harus mengembalikan sisa dana hibah sebesar Rp1,9 Miliar. Jumlah itu lebih besar jika dibandingkan dengan hasil audit bersama Pemkab Donggala. Pada waktu itu tercatat, sisa dana hibah sebesar 1,1 Miliar.

Dari total yang harus dikembalikan tersebut, KPU Donggala baru menyetor ke kas daerah sebesar Rp 100 juta. Hal itu terungkap pada saat hearing yang dilakukan komisi I DPRD Donggala pada bulan Januari lalu. Pada waktu itu Plt sekretaris KPU Donggala, Aslam, sisa dana hibah tersebut sifatnya masih fluktuatif. Pihak KPU akan berpatokan pada hasil audit dari tim internal KPU RI.

- Periklanan -

Setelah hasil audit dari tim internal KPU RI selesai, Aslam membenarkan bahwa jumlah dana hibah yang harus dikembalikan ke kas daerah nilai lebih tinggi. Hal itu disebabkan karena ada tunggakan pajak dan jasa giro yang belum terbayarkan. “Alhamdulilah utang KPU di luar itu tidak ada. Yang membuat nilainya bertambah itu karena ada tunggakan pajak dan jasa giro,” katanya.

Terkait hasil audit itu kata Aslam, pihaknya sudah melapor ke Kejaksaan Negeri (Negeri) Kabupaten Donggala. “Setelah hasil audit sudah keluar. Kami langsung melapor ke Kejari Donggala,” katanya.

Sementara itu pihak Kejari membenarkan adanya laporan KPU terkait sisa dana hibah tersebut. Hal itu diungkapkan Kasi Pidsus Kejari Donggala, Palupi Wiryawan SH. Namun Palupi tak berkomentar banyak. Palupi menegaskan pihaknya masih akan menelaah laporan tersebut. “Iya betul sudah masuk laporannya. Tapi kita telaah dulu,” kata Palupi di ruang kerjanya. (Ujs)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.