Kejari Palu Musnahkan 8 Kilogram Sabu

- Periklanan -

PALU – Ribuan barang bukti (babuk) perkara tindak pidana narkotika dan tindak pidana kesehatan yang prosesnya telah berkekuatan hukum tetap berdasarkan putusan pengadilan, dimusnakan pagi (25/1) kemarin. Pemusnahan babuk itu berlangsung di Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu.

Kajari Palu bersama unsur Forkompimda ketika memusnahkan barang bukti tindak pidana narkotika dan kesehatan.(Foto: Sudirman)

Yang memusnakan Kajari Palu Subeno SH MM, bersama Ketua Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor, Mohammad Yasin SH MM, serta jajaran Forum Komunikasi Unsur Pimpinan Daerah (Forkompinda)  Kota Palu dan Sulteng. Pemusnahan babuk dilakukan dengan cara dibakar.

Kajari Palu, Subeno kepada awak media menerangkan, ribuan babuk yang dimusnakan tersebut hasil dari 125 perkara tindak pidana narkotika termasuk psikotropika dan 2 perkara tindak pidana yang kaitannya dengan UU tentang Kesehatan. Babuk dua klasifikasi perkara tindak pidana tersebut yang ditangani Kejari Palu kurun waktu setahun.

“Perkara tindak pindana narkotika dan tindak pidana kesehatan ini, yang ditangani sejak Desember Tahun 2016 hingga Desember 2017, atau kurun waktu setahun,” ungkapnya.

Lanjut Subeno, babuk tindak pidana narkotika  terdiri dari Sabu sebanyak 8.332, 24 gram atau sekitar 8,3 kilogram, ganja kurang lebih 13,18 gram, ekstasi kurang lebih sebanyak 193 butir. Sedangkan babuk hasil tindak pidana kesehatan diantaranya THD kurang lebih 432 butir, kosmetik illegal  6 dos. Sementara obat-obatan 5 butir tablet warnah merah, 3 butir tablet warna biru dan 1 butir tablet warna biru.

- Periklanan -

“Babuk-babuk dari 125¬† perkara tindak pidana narkotika dan 2 perkara kesehatan ini merupakan babuk perkara yang telah memiliki kekuatan bukum tetap,” urainya.

Lebih jauh dikatakan Subeno, pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana narkotika, kesehatan dan tindak pidana lainnya tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Tahun ini kata Subeno jumlah babuk yang dimusnakan lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Bahkan jumlahnya dua kalipat lebih banyak.

“Saya selaku aparat penegak hukum, tentunya masalah pemberantasan narkoba ini bukan tugas jaksa saja. Tetapi semua komponen masyarakat baik aparat, pemuka adat, pemuka masyarakat, tokoh agama¬† berkewajiban untuk memberantas peredaran gelap narkoba terlebih khusus di Kota Palu,” tegasnya.

Selain akan terus melakukan penindakan, orang nomor satu di Kejari Palu tersebut sedianya mengharapkan, peran masyarakat sepeti tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya untuk terus memberikan pemahaman dan sosialisaso bahwa dampak Narkoba sangat luas sekali dan mengancam generasi muda.

“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada pengguna, pengedar agar menghentikan kegiatan-kegiatan ini, jika tidak kami akan terus melakukan tindak tegas terhadap hasil hasil tangkapan aparat berwenang lainnya,” jelasnya.

Sementara dalam seremoni kegiatan pemusanahan itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Palu Suriyanto SH lebih dulu memaparkan diantara jumlah babuk narkotika yang dimusnakan berserta nama terpidananya. Sebanyak 4425, 1596 gram sabu babuk dengan nama terpidana Syamsul Rizal alias Ijal dan Ilham alias illang. Babuk sabu sebanyak 30 paket dengan berat 64,8 gram atas nama terpidana Anthony alias Ko Sun.

Kemudian babuk sebanyak 14 paket dengan berat 867, 87 gran atas nama terpidana Andry Ang Chandra, babuk sabu sebanyak 2 paket dengab berat 38,9356 gram atas nama terpidana Ofandi alias Omi Fitrian dan kawan-kawan. Babuk sebanyak 2 paket dengan berat 1973,7¬† gram atas nama terpidan Aswan. “Sedangkan atas nama terpidana Subhan alias Ubhan dengan barang bukti THD sebanyak 432 butir. Dan terpidana Jefri Badri dengan barang¬† bukti 6 dos berbagai macam jenis dan merk kosmetik,”¬† tutupnya. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.