Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Kejari Palu Lidik Anggaran di Balai Bahasa

PALU – Kejaksaan Negeri (Kejati) Palu sedang menyelidiki (Lidik) anggaran konsumsi untuk kelas di tenda pascabencana gempa bumi yang melanda Palu, Sigi dan Donggala.
Kasi Intel Kejari Palu, Agus. SH ditemui Radar Sulteng, Selasa (28/5) mengatakan, Sprindik untuk kasus tersebut sudah dikeluarkan sejak 24 April 2019. Saat ini kata Agus, pihak Kejari Palu sedang mengumpulkan bahan keterangan dengan memeriksa sejumlah saksi-saksi. “Sampai dengan saat ini sudah 27 orang yang dimintai keterangan,” jelasnya.
Dasar penyelidikan kata Agus, terkait dugaan penyalahgunaan salah satu jenis kegiatan pascabencana gempa bumi 28 September lalu di Balai Bahasa. “Sejauh ini kami masih melakukan pengumpulan keterangan dari beberapa orang dan tidak menutup kemungkinan yang akan dimintai keterangan akan bertambah,” jelasnya.
Agus belum bisa menjelaskan lebih jauh perkembangan penyelidikan, karena semua masih berproses. Rencana usai libur Idul Fitri, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan.”Ada beberapa keterangan dari yang satu ke yang lain sepertinya tidak singkron. Jadi kami akan lanjutkan pemeriksaan habis libur lebaran,” terangnya.
Sumber Radar Sulteng menyebutkan, salah satu item program di Balai Bahasa pascabencana, yakni konsumsi di sekolah tenda diindikasikan terjadi penyalahgunaan anggaran, sehingga kabar tersebut mencuat dan kini dilidik pihak Kejari Palu.”Informasi yang berkembang dalam program tersebut yang nilai anggarannya hampir Rp 100 jutaan terjadi dugaan prosedural pencairan dana,” beber sumber yang minta tidak menyebutkan identitasnya kepada Radar Sulteng.
Masih menurut sumber, dugaan prosedural administrasi dalam salah satu program di Balai Bahasa. Dimana pihak PPK tidak menandatangani kuitansi pencairan dana dan hanya ditandatangani pihak lain. “Kuitansi ada tapi tidak ditandatangan PPK yang seharusnya berwenang menandatangi kuitansi. Tapi anggarannya tetap dikeluarkan dan ditandatangani pejabat lainnya,” ungkap sumber.
Sementara dari pihak Balai Bahasa belum ada yang berhasil ditemui Radar Sulteng untuk memberi penjelasan terkait kasus tersebut. Selasa siang kemarin sekitar pukul 11.00, Radar Sulteng berupaya mendatangi kantor Balai Bahasa di Jalan Untad 1 Bumi Roviga Kelurahan Tondo, namun tidak ada yang bisa memberikan penjelasan. Salah seorang staf Balai Bahasa mengaku, beberapa pegawai di Balai Bahasa sedang berada di luar kota, yakni di Luwuk Kabupaten Banggai dalam rangka kegiatan. “Yang berwenang memberikan penjelasan semua ada di luar kota. Di kantor saat ini hanya staf biasa tidak ada paham dan juga tidak punya kapasitas memberi penjelasan. Nanti habis cuti lebaran kayaknya baru masuk semua,” kata staf yang mengenakan baju safari biru. (ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.