Kehadiran TNI Harus Bisa Memotivasi

- Periklanan -

FOTO: MUGNI SUPARDI/RADAR SULTENG
KOMPAK : Pemimpin Umum Radar Sulteng, H Kamil Badrun AR bersama Danrem 132 Tadulako, Agus Sasmita melakukan salam komando saat foto bersama. Foto lain ; Danrem dan Pemimpin Radar Sulteng, saat berdialog, Senin kemarin di Graha Pena.

PALU– Kolonel Inf Agus Sasmita yang baru dilantik sebagai Komandan Korem 132 Tadulako, langsung aktif melakukan komunikasi-komunikasi dengan sejumlah pihak di daerah ini. Salah satunya dengan Pemimpin Umum Radar Sulteng, H Kamil Badrun AR SE Msi, Senin (3/9) kemarin.

Dalam lawatan silahturahminya di Graha Pena, Agus Sasmita didampingi sejumlah pejabatnya, yakni Kepala Seksi Operasional Korem 132 Tadulako, Mayor Inf Doni Gredinand serta Kepala Penerangan Korem 132 Tadulako, Mayor CPM Muhlis L. Kepada Danrem, Kamil mengungkapkan, jika TNI khususnya Korem 132 Tadulako di daerah ini, sudah banyak berbuat untuk masyarakat. Salah satunya, keterlibatan TNI di bidang pertanian, dengan ikut serta dalam program penambahan luas tanam padi di daerah ini. “Keterlibatan TNI dalam program pertanian, saya kira sudah bisa dirasakan manfaatnya, di mana para petani semakin termotivasi meningkatkan produksinya,” tutur Kamil.

Namun satu yang harus menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi aparat TNI disampaikan Kamil, yakni bagaimana kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat, bisa memotivasi generasi muda, untuk ikut serta dalam bertani. Karena, saat ini generasi muda, masih kurang banyak yang tertarik untuk ikut bertani. “Seperti di desa-desa itu, mereka lebih pilih merantau ke luar daerah tanpa adanya skill, yah ujung-ujungnya jadi buruh juga di negara orang. Kan lebih bagus kalau dia bertani di kampungnya sendiri,” katanya.

- Periklanan -

Belum lagi kata Kamil, permasalahan penyalahgunaan Narkoba, saat ini sudah sampai ke desa-desa. Dan yang menjadi penyalahgunanya tidak lain adalah generasi muda sendiri. Jika mereka diberdayakan dan diajak ikut serta dalam bertani, maka hal-hal negatif tidak akan terpikir untuk mereka lakukan. “Coba kalau dia bertani, pasti dia punya kesibukan sendiri dan itu lebih produktif,” terang Kamil.

Masih menurut dia, permasalahan lain, yang memerlukan peran TNI didalamnya, yakni terkait deradikalisasi di daerah ini. TNI, kata dia, harus ikut terlibat merubah paham-paham radikal tersebut, melalui pendekatan-pendekatan yang selama ini dikedepankan TNI. “Contohnya di wilayah Malino, Morowali Utara, masih ada salah satu pesantren yang informasinya terpapar paham radikal, itu seharusnya harus cepat ditangani, namun bukan hanya TNI saja, tapi pemerintah daerah juga harus terlibat, melihat apa sebenarnya yang mereka perlukan, baru bisa kita ikut merubah paham mereka,” ungkapnya.

Senada dengan Kamil, Agus Sasmita juga mengaku, bahwa keterlibatan anggotanya menangani permasalahan sosial di daerah ini sudah cukup baik. Khusus bidang pertanian sendiri, Danrem mengaku, sudah turun langsung melihat hasil dari pendampingan kepada petani yang dilakukan anak buahnya di wilayah Pantai Barat. Namun memang menurut dia, peran serta generasi muda di bidang pertanian ini masih kurang. “Waktu saya pertemuan dengan petani di Sirenja, yang ada memang hanya orang-orang tua saja, saya sampai bertanya-tanya anak mudanya kemana?. Ini memang yang harus kita motivasi lagi agar anak muda juga ikut bertani, kan pertanian ini tidak hanya berhenti di para orang tua namun juga harus berksesinambungan,” ungkap Danrem, yang belum sebulan menjabat ini.

Terkait paham radikal, Agus mengaku siap lebih gencar lagi melakukan pendekatan dan menyentuh masyarakat yang berpotensi terpapar paham radikal. Paham radikalisme maupun penyalahgunaan Narkoba, kata Agus, memang merupakan ancaman nyata negara saat ini.  “Memang itu semua adalah tugas kita (TNI) untuk mengedukasi serta memotivasi masyarakat, ini semua semata-mata dalam rangka mempertahankan NKRI tetap kokoh,”  tandas mantan Komandan Kodim Tual, Provinisi Maluku tersebut. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.