alexametrics Kegiatan PT PMB Diduga Tidak Sesuai Dokumen Lingkungan – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Kegiatan PT PMB Diduga Tidak Sesuai Dokumen Lingkungan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

DONGGALA – Perusahaan galian C PT Perdana matra Bumi (PMB) diduga kuat telah melakukan sejumlah pelanggaran dalam melaksanakan kegiatan di lingkungan RW Pangga, Kelurahan Kabonga, Donggala. PT PMB disebut melakukan kegiatan tidak sesuai dengan Dokumen Lingkungan (Dokli) yang ada.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Donggala, Hermanto mengatakan, dirinya beserta tim dari DLH sudah mendatangi lokasi PT PMB pada saat terjadi longsor besar pada 8 Februari lalu. Dari hasil wawancara dan data lapangan, Hermanto menduga kuat PT PMB melaksanakan kegiatan pertambangan tidak sesuai dengan Dokumen Lingkungan.

“Saya mewawancarai langsung pihak perusahaan. Dugaan kita, ada kegiatan yang dilakukan perusahaan itu tidak sesuai dengan dokumen lingkungan,” sebutnya.

Lanjut Hermanto menyebutkan, di dalam Dokli PT PMB, radius penambangan harus berjarak sekitar 200 meter dari badan jalan. Namun data lapangan menunjukan jaraknya tidak sampai 200 meter. Kemudian kata Hermanto, jika merujuk pada Dokli, luas Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT PMB juga tidak sesuai.

“Fakta lapangan menunjukan luas TUKS PT PMB sudah tidak sesuai dengan Dokli. Seharusnya luasnya hanya sekitar 25 x 40 meter. Tapi di lapangan sudah hampir 100 meter,” ungkapnya.

Hermanto juga membenarkan jika merujuk pada Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang RTRW, maka kawasan Pangga, Kelurahan Kabonga Besar masuk dalam Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Hanya saja kata Hermanto, DLH tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi kepada PT PMB terkait adanya dugaan-dugaan pelanggaran di lapangan tersebut. Namun DLH telah berkoordinasi dengan pihak Dinas ESDM Provinsi.

“Pada saat terjadi longsor itu saya juga turun langsung ke lapangan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak ESDM. Kemudian pihak ESDM sudah mengeluarkan rekomendasi agar PT PMB mengehentikan seluruh kegiatannya,” tandas Hermanto. (ujs)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.