Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Kecewa, Atlet Peraih Juara Dihadiahi Medali Plastik

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Medali emas yang disiapkan Panitia Porkab IV Kabupaten Parimo yang ternyata berbahan dasar plastik. (Foto: Aslan Laeho)

PARIMO-Setelah persoalan mogok wasit/juri di cabang pencak silat akibat honor yang belum dibayarkan, berbagai persoalan lain terus bermunculan pada pelaksanaan kegiatan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) ke-IV Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), yang saat ini tengah berlangsung. Persoalan terbaru yang terungkap adalah kekecewaan sejumlah atlet dan ofisial dari beberapa cabang olahraga yang sudah menyelesaikan pertandingan/perlombaan.

Kekecewaan dipicu setelah mengetahui bahwa medali yang diterima oleh para atlet juara, baik medali emas, perak maupun medali perunggu semuanya terbuat dari plastic. Bukan dari bahan logam sepuhan sebagaimana medali bagi para pemenang cabang olahraga pada umumnya.

Medali yang disiapkan oleh panitia Porkab ke-IV berbahan dasar plastik yang mirip dengan gantungan kunci yang biasa dijual sebagai souvenir pada iven-iven tertentu. Yang membedakan antara ketiga medali tersebut adalah warnanya. Untuk medali emas berwarna kuning keemasan, medali perak berwarna silver dan medali perunggu berwarna kecoklatan, namun semuanya berbahan dasar plastik.

Salah seorang ofisial dari kontingen peraih medali cabang bola voli mengungkapkan kekecewaan terhadap medali yang diterima atletnya. Ofisial yang minta namanya tidak dikorankan itu mengatakan, seharusnya pihak panitia menyiapkan medali yang terbuat dari bahan logam sepuhan sehingga lebih bernilai dan bergengsi dibanding medali dari bahan plastik. Menurutnya, panitia terkesan kurang menghargai jerih payah atlet yang telah berjuang habis-habisan untuk meraih prestasi terbaik.

“Ini medali apa, kok kayak gantungan kunci. Atlet kami seperti tidak dihargai. Mereka kecewa setelah tahu medalinya seperti ini. Ini bukan medali emas, perak atau perunggu tapi medali plastik. Masak iven sekelas Porkab hanya menyiapkan medali plastik bagi para juaranya ? Ini bukan lomba taman kanak-kanak atau PAUD, ”ujar ofisial tersebut, sambil memperlihatkan medalinya kepada Radar Sulteng, usai acara penyerahan medali cabang bola voli di lapangan Polres Parimo, Rabu malam (3/5).

Ditambahkannya, anggaran untuk pelaksanaan Porkab IV Kabupaten Parimo cukup besar yakni Rp 500 juta. Karenanya dia merasa heran jika panitia hanya menyiapkan medali tiruan yang terbuat dari plastik.

Selain persoalan medali plastik, sejumlah persoalan lain kembali muncul kepermukaan diantaranya honor bagi para wasit dan perangkat pertandingan lainnya cabang bola voli yang terlambat dibayarkan, itupun baru dibayarkan setelah pihak panitia didatangi beberapa kali. Akibat tertundanya pembayaran honor itu, pertandingan final cabang bola voli nyaris dibatalkan. Hal serupa juga terjadi pada cabang atletik dan beberapa cabang lainnya.

Bukan itu saja, persoalan konsumsi bagi perangkat pertandingan dan panitia juga sering terlambat diantar, bahkan terkadang tidak cukup. Menurut sumber di internal KONI Kabupaten Parimo hal itu disebabkan panitia hanya bekerjasama dengan satu rumah makan, sehingga pihak rumah makan kerepotan mengantarkan makanan ke beberapa lokasi pertandingan.

“Selain itu kaos yang disiapkan untuk panitia kualitasnya sangat rendah, lebih cocok untuk kaos anak-anak SD, ” keluh salah seorang pengurus KONI.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Porkab IV yang juga Sekretaris KONI Kabupaten Parimo, Radjik Mardjengi, belum bisa dimintai klarifikasinya. Radar Sulteng tiga kali berusaha melakukan komunikasi melalui ponselnya namun tidak direspon walaupun ponselnya aktif. Demikian pula ketika dihubungi melalui SMS juga tidak dibalas.(aji)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.