Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Kecewa, Aptripel Rogoh Kocek Pirbadi Danai Tower Penangkap Sinyal di Petasia Barat

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Aptripel Tumimomor. (Foto: ilham Nusi)

MORUT – Sejumlah desa di empat kecamatan dalam kabupaten Morowali Utara, hingga kini belum terjangkau jaringan telekomunikasi. Untuk mengatasi masalah itu, Bupati setempat rela menggelontorkan dana pribadi untuk penyediaan tower khusus penangkap sinyal.

Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor menuturkan, berlarutnya keluhan masyarakat itu sudah sepantasnya ditanggapi. Namun pemerintah sendiri masih menunggu realisasi janji Telkomsel dalam hal penyediaan BTS di daerah-daerah blank spot.

“Tidak ada jalan lain kecuali memasang alat penangkap sinyal,” kata Bupati Aptripel kepada Radar Sulteng di Palu, Selasa (31/1).

Menurut Ketua DPD II Partai Golongan Karya Morowali Utara itu, dirinya pernah bertemu salah seorang petinggi Telkomsel di Jakarta. Telah pula disepakati bahwa Pemkab Morowali Utara siap mebiayai pembangunan BTS. Hanya saja, hingga kini belum ada titik terangnya. Padahal provider itu sudah meminta titik koordinat area blank spot.

“Beberapa bulan lalu saya bertemu langsung dengan salah seorang petinggi Telkomsel di Jakarta. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” ungkapnya.

Tak ingin menunggu terlalu lama, Bupati lantas memutuskan untuk membiayai pembangunan tiga tower penangkap sinyal. Rencananya, ketiga tower yang masing-masing seharga Rp100 juta itu akan dibangun di Kecamatan Petasia Barat. Langkah ini diambil setelah berkonsultasi dengan beberapa rekannya yang mengerti IT.

“Saya pikir tidak perlu tergantung pada mereka (Telkomsel), karena ada cara yang bisa dilakukan agar komunikasi di beberapa tempat ini bisa terbuka. Pembangunan tiga tower ini murni menggunakan uang pribadi saya,” tegasnya.

Bupati memastikan, ketiga tower itu mulai dibangun Februari ini. Sementara area blank spot seperti di Kecamatan Mamosalato, Bungku Utara dan Soyojaya sebisa mungkin akan diatasi dengan pola yang sama.

“Saya pernah berjanji kepada masyarakat, dibawah kepemimpinan saya daerah itu sudah bisa menikmati fasilitas komunikasi. Jadi ini soal prinsip,” sebut Aptripel.(ham)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.