Kecam Zionis Israel, Serukan Indonesia Lakukan Aksi Politik

- Periklanan -

Massa Aliansi Masyarakat Sulteng Selamatkan Al Aqsa, turun ke jalan memprotes tindakan kejahatan Zionis Israel terhadap Masjid Al Aqsa, di Bundaran Hasanuddin, Jumat sore kemarin (21/7). (Foto: Hanif)

PALU – Tindakan represif yang kembali dilakukan oleh Zionis Israel, bahkan sampai melakukan pelarangan aktivitas ibadah ummat Islam Palestina di Masjidil Aqsa, kembali memantik kemarahan Ummat Islam.

Di Kota Palu, sejumlah komunitas muslim di Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Sulteng Selamatkan Al Aqsa, menggelar aksi turun ke jalan memprotes tindakan kejahatan Zionis Israel terhadap Masjid Al Aqsa, Jumat (21/7).

Massa meminta pemerintah Indonesia, untuk melakukan aksi politik, dalam menekan Israel untuk menghentikan tindakan kejinya di tanah Palestina.

Koordinator aksi, Citrawan Kisman Jiho, LC, mengatakan bahwa aksi yang mereka lakukan, kemarin, sekaligus mengecam tindakan kepolisian Israel yang menembak mati Imam Masjid Al Aqsa Palestina Sheikh Ikrima Sabri.

“Tindakan itu, merupakan pelanggaran serius atas kemanusiaan, hak asasi, dan kedaulatan Palestina. Olehnya itu, kita minta pemerintah Indonesia turun tangan,”katanya.

- Periklanan -

Massa aksi, juga mendesak pemerintah melalui PBB dan saluran diplomasi lainnya untuk menekan Israel. Dia, menilai bahwa Israel sudah melanggar HAM umat muslim yang akan beribadah. Olehnya itu, tidak ada alasan pemerintah Indonesia, untuk tinggal diam.

“Sebab di dalam muqadimah Pembukaan UUD, disebutkan bahwa Indonesia, ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia,”tegasnya.

Yang terbaru, selain menembak mati imam Masjid Al-Aqsa, pihak zionis juga mengumumkan penutupan Masjid Al Aqsa dan melarang umat Islam melaksanakan Salat Jumat di dalamnya.

“Hal ini adalah kali pertama terjadi sejak 50 tahun terakhir yaitu ketika zionis menduduki Masjid Al Aqsa pada tahun 1967,” kata Citrawan.

Ia mengatakan, pihak zionis kemudian membuka Masjid Al Aqsa secara terbatas dengan menerapkan sistem pemeriksaan electric gate. Hal ini jelas ditolak karena semakin menunjukkan penguasaan zionis terhadap Masjid Al Aqsa.

“Kami mendorong Pemerintah Republik Indonesia untuk segera turun tangan memberikan pernyataan dan dukungan yang jelas terhadap kondisi saudara-saudara kita di Palestina atas kejahatan kemanusiaan yang mereka alami,” katanya.

Meski diguyur hujan, namun tidak mengurangi semangat massa dalam menyuarakan aspirasinya kemarin. Sambil berorasi, massa juga membagi-bagikan selebaran pernyataan sikap, serta menggalang dana bagi rakyat Palestina kepada para pengguna jalan yang melintas.(hnf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.