Kebakaran Terparah yang Pernah Terjadi

Penyebab Kebakaran Diduga dari Anti Nyamuk Bakar

- Periklanan -

TOLITOLI-Kota Cengkeh berduka. Kali ini, Si Jago Merah mengamuk dan menghanguskan ratusan rumah warga di Jalan Bubara, Kelurahan Sidoarjo, Kecamatan Baolan, Minggu (2/2) malam, sekira pukul 22.30 Wita.

Kebakaran yang membuat 385 unit rumah tinggal puing ini, disebut-sebut sebagai musibah terparah dan terbesar setelah peristiwa yang sama pernah terjadi di kawasan pertokoan Malosong, beberapa tahun lalu.

Lokasi kebakaran, tak jauh dari Pelabuhan Dede, di gang empang, atau di belakang tower komunikasi. Sedangkan tata letak pemukiman warga termasuk kawasan padat penduduk, minim akses jalan, serta dominan rumah dengan konstruksi kayu dan semi permanen.

Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko SIK MH dalam keterangan resminya menjelaskan, dari keterangan sejumlah saksi mata, kebakaran terjadi ketika hampir seluruh warga di pemukiman tersebut terlelap tidur. Api telah menghanguskan 385 rumah warga yang sebagian besar terbuat dari kayu. Dan menewaskan 1 warga, bernama Saleh (50).

“Satu korban meninggal dunia, diduga terjebak di kobaran api, tidak bisa menyelamatkan diri. Kondisi korban hangus terbakar, dan sekarang telah diamankan di rumah sakit,” urai Kapolres kepada Radar Sulteng.

Lanjut Kapolres, salah seorang saksi bernama Karmila mengatakan, diduga api pertama kali berasal dari bagian belakang rumah orangtuanya, tepatnya di salah satu kamar tidur yang ditempati Syamsuddin.

Karmila mengaku, merasakan suasana panas di dalam rumah. Lalu ia mengecek seisi rumah, dan tiba di belakang, ia melihat api sudah membesar di kamar Syamsuddin.

Kemudian Karmila memberitahukan kepada orangtuanya, Iskandar Pambi di pelabuhan. Tak lama, Karmila pun lari menyelamatkan diri karena api semakin membesar dan mulai menjalar ke rumah tetangga di kanan dan kiri.

Untuk proses pemadaman api berlangsung kurang lebih tujuh jam. Api berhasil dipadamkan setelah ada upaya bersama yakni Polres Tolitoli mengerahkan satu unit armada Water Canon, didukung mobil pemadam kebakaran BPBD, mobil tanki TNI AL, mobil pemadam kebakaran Bandara Sultan Bantilan, Dinas PU, dan mobil unit tanki PDAM.

- Periklanan -

“Berapa besar kerugian yang ada, kami masih melakukan pemeriksaan di TKP,” timpal Kapolres.

Dari pantauan Radar Sulteng, sejumlah saksi lain juga mengatakan hal yang sama. Daluma, seorang guru di Kecamatan Baolan mengaku melihat api berasal dari rumah Iskandar Pambi, tepatnya di bagian belakang. Ia menduga, kebakaran terjadi karena obat anti nyamuk bakar yang ditinggal pemiliknya.

“Tetangga saya pak, sebelah rumah, dempetan. Dari situlah api. Kami menduga ini karena obat anti nyamuk bakar yang bersentuhan lantai rumah. Penghuni rumah ada di teras, ada yang pergi ke rumah lain. Saya pun tidak sempat menyelamatkan barang, motor, pakaian, barang harga. Habis semua,” tuturnya sedih.

Usman tetangga Daluma, juga tak kalah sedihnya. Ia bersama istri dan anak-anak berhasil lolos dari kobaran api. Ia melihat, api begitu cepat menyambar dinding setiap rumah yang berdekatan dengan sumber pertama api.

“Saya juga mendengar angin begitu kencang, ditambah suara ledakan tabung gas. Tapi, Alhamdulillah, anak-anak saya bisa selamat dan bisa selamatkan ijazah dan motor. Selain itu, tidak ada, hanya baju di badan, “ ungkap Usman seraya berangkulan dengan Daluma, tetangga depan rumahnya itu.

Kapolres menambahkan, untuk saat ini penyebab kebakaran belum dapat diketahui pasti, namun yang jelas tim Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Tolitoli saat ini tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengetahui asal mula api.

Sementara, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolitoli Vidia Putra saat dikonfirmasi menyebutkan, BPBD telah memasang tenda darurat untuk membantu korban yang kehilangan tempat tinggal.

“Kami juga langsung melakukan rapat cepat dengan seluruh OPD terkait upaya penanganan pasca bencana kebakaran,” Kata Vidia yang menambahkan, untuk penanganan lebih lanjut, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulteng. Dan saat ini, logistik saat ini sudah dalam perjalanan menuju Tolitoli.

“Kita berharap, logistik ini bisa meng-cover penanganan seluruh korban yang ada, demikian pula bantuan makanan dan pakaian akan ditangani secara terpadu oleh OPD yang ada,” lengkapnya. (dni)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.