Ke-88 Kalinya, 1.513 Mahasiswa Untad Diwisuda

- Periklanan -

Rektor Untad Prof Muhammad Basir Cyio saat prosesi melepas lulusan pada wisudawan angkatan ke 88 Universitas Tadulako, Rabu (16/8). (Foto: Agung Sumandjaya)

PALU – Sebanyak 1.513 peserta wisuda angkatan ke-88 yang dilepas menjadi lulusan Universitas Tadulako (Untad) jelas memberi kebahagiaan dan warna tersendiri selama prosesi pelaksanaan wisuda yang berlangsung di Auditorium Baru, Rabu (16/8).

Selain karena jumlah wisuda yang terbanyak sepanjang masa, pelaksanaan wisuda kali ini juga dirangkaikan dengan puncak perayaan Dies Natalis ke-36 dan pengukuhan dua Professor. Sebagai saksi sejarah terhadap penggunaan kali pertama Auditorium Baru yang dimiliki oleh Untad.

Dalam pesan almamater Rektor Untad Prof Dr Ir H Muhammad Basir Cyio SE MS, menyampaikan sebagai hal pertama kali dan sebagai hal yang baru, selain membawa setitik kebahagiaan dan pengharapan bagi seluruh dosen Untad bersama semua orang tua wisudawan juga disertai kekhawatiran atas kekurangan dan keterbatasan di luar dan di dalam auditorium itu.

“Namun jika kita pandai bersyukur sekalipun banyak ketidaksempurnaan, maka suasana bahagia tetap akan mampu merasuk pada relung sanubari kita semua, khususnya para wisudawan dan keluarganya, professor yang dikukuhkan serta keluarga besar Universitas Tadulako yang ikut hadir saat memasuki usia yang ke-36 tahun,” katanya.

Rektor Untad menguraikan bahwa perjalanan Untad hingga ke Dies Natalis ke-36, ibarat manusia, juga ada pasang surutnya  sebagai bagian dari dinamika sebuah institusi pendidikan tinggi. Begitu banyak yang terlibat dalam perjuangan hingga Untad bisa dirasakan dan disaksikan seperti saat ini.

“Orang-orang yang terlibat ini, tidak mungkin saya mampu menyebut satu per satu, namun catatan Allah SWT tidak pernah ada yang tercecer sekecil apapun peran seseorang dalam menggagas, melakoni, mendorong, mewujudkan, hingga mengawal Universitas Tadulako dari tidak ada menjadi ada,” ungkapnya.

- Periklanan -

Selama berstatus perguruan tinggi swasta, status cabang dari IKIP dan Unhas Makassar hingga berdiri sendiri sebagai PTN tanggal 18 Agustus 1981 sudah berbagai macam capaian yang dirah oleh Untad. “Rasanya tidak ada sesuatu hal yang menonjol terkanvaskan dalam pesan almamater dan pidato dies natalis yang dapat kami sampaikan terutama prestasi kecil yang diukir anak-anak kami dan dosen,” jelasnya.

Menurutnya bagi Untad dan bagi dirinya pribadi selaku rektor, prestasi bukan hal yang mendesak, sebab yang menjadi cita-cita luhur adalah, bagaimana mahasiswa dan alumni bisa bahagia menjadi kader muda tadulako.

“Bahagia yang dirasakan oleh para alumni, keluarga dan bangsanya adalah resultante dari puncak rasa syukur anak manusia atas anugerah yang diraihnya. Itulah sebabnya kami berpesan, belajarlah bersyukur agar menjadi generasi yang mampu meraih kebahagiaan dalam berbakti di manapun dan dengan tantangan seberat apapun yang dihadapi,” pesannya.

Di akhir pesan almamater Rektor Untad, menyakini alumni yang lahir dari bumi tadulako dan dari kampus Untad, pasti memiliki jiwa dan semangat yang dibalut dengan nilai-nilai keteladanan yang kan terus tumbuh dan bergelora.

“Bangsa ini telah menitipkan kalian generasi muda bangsa, untuk didik dan gembleng dari sini, kampus yang tidak pernah kata lelah, apalagi menyerah dalam menghadapi dinamika dan pertautan tiga dimensi waktu, masa silam, masa kini dan masa nanti,” tandasnya.

Berdasarkan urutan dan jumlah wisudawan ke-88 Untad, dari total 1.513 mahasiswa yang akan diwisuda terdiri dari, Pascasarjana sebanyak 227 orang, FKIP sebanyak 373 orang, FISIP sebanyak 168 orang, Fakultas Ekonomi sebanyak 134 orang, Fakultas Mipa sebanyak 130 orang, Fakultas Hukum sebanyak 101 orang, fakultas Teknik sebanyak 96 orang, Fakultas Pertanian sebanyak 71 orang, Fakultas Peternakan dan Perikanan sebanyak 34 orang, Fakultas Kehutanan sebanyak 33 orang. Sementara dua fakultas yang baru saja berpisah yakni Fakultas Kedokteran sebanyak 131 orang, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat sebanyak 15 orang.

Sementara dua guru besar yang ikut dikukuhkan adalah Prof Dr Ir Max Nur Alam MS, sebagai guru besar tetap Fakultas Pertanian Untad, dan Prof Dr Ir I Wayan Sutapa M Eng, guru besar Fakultas Teknik Untad. (egi)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.