KBIH Menara Babussalam Uji Kebugaran Fisik Calon Haji 2019

- Periklanan -

PALU-Yayasan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Menara Babussalam Citra Mandiri yang berkantor pusat di Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng), telah melakukan uji kebugaran fisik terhadap 200-an orang calon jamaah haji binaan KBIH Menara Babussalam, di kompleks Asrama Haji Transit Palu, dibawah arahan Direktur PT Menara Babasussalam Citra Mandiri H Mustamin Umar dan H Budiman Abd Rauf dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Minggu (6/1).
Penanggung jawab kesehatan Umrah dan Haji Dinas Kesehatan Sulteng, yang akan mendampingi calon jamaah haji binaan PT Menara Babussalam, H Budiman Abd Rauf, menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu inovasi dari KBIH Babussalam. Selama ini, KBIH Babussalam hanya menggelar manasik hajinya itu hanya bersifat monoton. Karena itulah, pihak tim kesehatan pendamping haji PT Menara Babussalam melakukan hal-hal baru, variasi-variasi kegiatan baru yang justeru menunjang pelaksanaan haji di tanah suci nanti.
“ Selama ini kan KBIH Menara Babussalam manasaik hajinya itu monoton, seperti ibadah, dan manasik kesehatannya hanya dalam ruangan. Karena itu, pada tahun ini kami berbeda. Kami menambahnya sebagai variasi kegiatan manasik berupa cek kesehatan atau tepatnya uji kebugaran fisik haji. Yang dilakukan adalah tes lari sekian menit sesuai dengan umur dari jamaah haji itu sendiri, “ terang H Budiman, kepada Radar Sulteng.
Dengan adanya inovasi berupa pembinaan pengukuran kebugaran kepada para calon jamaah haji tersebut, diharapkan tingkat kebugaran jamah haji saat berada di Arab Saudi tetap bugar. “Kita mengharapkan jamaah haji binaan KBIH PT Menara Babussalam itu bugar semuanya. Sebab sehat belum tentu bugar. Tetapi bugar sudah pasti sehat, “ kata Budiman optimis.
Dijelaskannya, KBIH PT Menara Babussalam selalu menjaga kesehatan hajinya, dengan selalu berkoordinasi dengan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan provinsi. Pengukuran kebugaran untuk jamaah haji dilakukan hanya sehari, tetapi di cek lagi pada tiga bulan mendatang, hingga hari H sebelum calon jamaah haji ini berangkat ke tanah suci.
“Hasilnya setiap minggu ada pertemuan manasik dengan calon jamaah haji kita lakukan pembinaan. Insya Allah bulan Juli mereka berangkat. Kita akan evaluasi lagi bagaimana ukuran kebugarannya terus meningkat, “ paparnya.
Menurut Budiman, untuk lari saja, diukur waktu tempuh 60 menit seorang jamaah haji itu bisa menempuh jarak lari berapa meter. Kemudian jarak 1.600 meter dapat ditempuh berapa menit. Semua punya porsi waktu tempuh lari berdasarkan umur calon jamaah haji. Disitulah diukur tingkat kebugaraannya. “Jadi yang 60 tahun ke atas itu dalam waktu 6 menit dia tempuh berapa meter. Kalau yang berusia 60 tahun ke bawah, itu jarak 1.600 meter dia tempuh berapa menit. Jadi ukurannya terbalik, ada tabel ukurannya. Tetapi disinilah kita mengukur kemampuan dan kebugaran seorang jamah, apakah dia mau lari atau jalan kaki saja disilakan, “ urainya.
Ditambahkan Direktur Menara Babussalam, H Mustamin Umar, para calon jamaah haji yang kini dibimbing oleh PT Menara Babussalam berasal dari berbagai kabupaten di Sulteng, selain kota Palu, ada dari Luwuk Banggai, Sigi, Donggala, dan dari Kabupaten Buol. Usia tertinggi di jamaah Babussalam ini 83 tahun, dan yang termuda baru berumur 18 tahun seorang siswi SMA Kota Palu.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.