Kayu dari Sigi Dialirkan ke Sungai Lariang

- Periklanan -

MODUS: Kayu dari Kabupaten Sigi yang dijadikan rakit ditemukan di Sungai Lariang wilayah Sulbar, beberapa waktu lalu. (Foto: Dishut Sulteng)

BERBAGAI modus dilakukan pelaku pembalakan liar agar kayunya bisa lolos. Misalnya dengan memanfaatkan aliran sungai. Itu mereka lakukan saat menebang pohon di wilayah Kabupaten Sigi, dimana hasil tebangannya yang sudah dalam bentuk balak dialirkan ke Sungai Lariang.

Kadis Kehutanan Provinsi Sulteng H Nahardi mengatakan, temuan aparat kehutanan di KPH Kabupaten Sigi menemukan kayu di Sungai Lariang yang sudah berada di Provinsi Sulbar. Kayu tersebut dibuat rakit kemudian dialirkan ke sungai dari wilayah Sigi sehingga mengalir ke Sungai Lariang di wilayah Sulawesi Barat.

- Periklanan -

‘’Saat itu ada 45 rakit ditemukan di Sungai Lariang wilayah Sulbar. Masih ada lagi 155 rakit di wilayah Sigi yang belum dialirkan,’’ kata Nahardi.

Terhadap temuan kayu ilegal yang sudah berada di wilayah lain, Nahardi mengaku langsung berkoordinasi dengan instansi setempat untuk menyamakan persepsi tentang temuan kayu ilegal, bukan karena kayu tersebut ditemukan di wilayah lain. Dari koordinasi itu disepakati dimana aparat kehutanan Sulteng mengamankan kayu ilegal tersebut. ‘’Sekarang ini kayunya sudah ada di wilayah Sulteng,’’ katanya.

Ditanya sampai kapan operasi pembalakan liar dilakukan, menurut Nahardi kemungkinan sampai bulan Maret mendatang. Sebab masih ada tugas-tugas lain yang harus mereka lakukan dalam pengawasan hutan.

Terkait dengan kerugian negara, Nahardi mengaku belum bisa memastikan karena harus dilakukan penghitungan. Kerugian negara tidak hanya terkait pajak dari kayu tersebut, tetapi juga kerusakan yang ditimbulkan pada aktivitas penebangan liar.(sya)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.