Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Kasus Utang Bupati Parimo Tembus ke Meja Hijau

Bukti Transfer, Hingga Terima Tunai Ada Ditangan Kuasa Hukum

PARIMO – Kasus uutang Bupati Samsurizal Tombolotutu akhirnya masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Parigi. Kuasa hukum Hantje Yohanes (Penggungat), Muslim Mamulai SH, terpaksa menempuh jalur hukum dengan melakukan gugatan di pengadilan.

Hal itu dilakukan karena pihak Samsurizal sebagai tergugat tidak kunjung menyelesaikan pinjaman uang kepada pengusaha Hantje Yohanes. “Alasan gugatan juga didukung dengan bukti yang kuat. Bukti transfer ada, terima tunai juga ada,”ujar Muslim Mamulai.

Selain Samsurizal ada beberapa nama lain yang turut digugat. Mereka adalah Niko Rantung, Irfan Sukri, Teguh Arif Yanto, Crisye Natalia Nelwan, Deny, Hendra Bangsawan, Nur Fajri yang sebut-sebut sebagai orang bupati Samsurizal.

Adapun secara keseluruhan jumlah uang tersebut sebanyak Rp5 miliar lebih. “Kalau digugatan nomor 28 totalnya Rp4 miliar lebih. Akan tetapi ada dua perkara yang memang permintaan itu untuk kepentingan lain yang juga masih berkaitan dengan proses pilkda,”kata Muslim.

Termasuk juga pengaspalan jalan di daerah pantai timur, pengaspalan di depan rumah anggota dewan juga dibebani kepada kliennya yang biayanya kurang lebih Rp500 juta. Jumlah tersebut juga tidak bisa dibayarkan sampai saat ini.

“Ada juga permintaan dari orang-orangnya juga kurang lebih Rp230 juta, itu kami pisah, dua perkara itu,”tambahnya.

Adapun kronologi sebelum mereka mengajukan gugatan bahwa setelah Samsurizal dilantik sebagai bupati, tidak komitmen akan mengembalikan uang, putus komunikasi, dan pihak Hantje terpaksa harus menempuh upaya hukum.

Hantje melalui kuasa hukumnya terpaksa harus menempuh upaya hukum, karena memang komunikasi tidak ada lagi. “Dan kami juga sebelumnya sudah melakukan somasi, kami berikan waktu dua minggu. Akan tetapi somasi kami juga tidak ditanggapi,”tuturnya.

Berdasarkan pantauan Radar Sulteng, kasus tersebut masih dalam tahap mediasi hakim mediator PN Parigi, Senin (9/9) kemarin. Muslim Mamulai yang ditemui usai mediasi mengatakan,

hasil mediasi oleh hakim mediator mengecek kelengkapan para pihak Penggungat dan tergugat. Kemudian oleh hakim mediator menyarankan agar supaya prinsipal.

“Tadi kami juga sudah ditanyakan apakah solusi itu, kalau bisa ada gambaran. Jadi solusi yang pertama, kalau namanya utang ya bayar,”tandasnya.

Mereka meminta waktu dua Minggu hingga tanggal 23 nanti sudah ada bentuk-bentuk form bagaimana model untuk perdamaian. “Kalau ada, kalau tidak ada berarti proses lanjut,”jelasnya. (iwn)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.