Kasus Tanjung dan Miras Oplosan Jadi Atensi Kapolda Sulteng yang Baru

- Periklanan -

Brigjen Pol I Ketut Agrawa bersama dengan Kapolda Sulteng yang baru Brigjen Pol Ermi Widyatno mengikuti upacara penyerahan Pataka Polda Sulteng, Selasa (24/4) di Mapolda Sulteng. (Foto: Wahono)

PALU – Upacara penyerahan Pataka Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), dalam rangka serah terima jabatan Kepala kepolisian Daerah (Kapolda) Sulteng, dari Brigjen Pol I Ketut Agrawa kepada Brigjen Pol Ermi Widyatno, Selasa (24/4) digelar di halaman Mapolda Sulteng Jalan Samratulangi.

Kapolda Sulteng yang baru Ermi Widyatno akan menerapkan tujuh poin penting yang menjadi atensi prioritas program Polda Sulteng ke depannya, di antaranya adalah terorisme, Narkoba, minuman keras (miras) serta miras oplosan.

Menurut Kapolda Ermi, ke depannya permasalahan akan lebih kompleks yang dihadapi oleh Polri, sehingga masih ada pekerjaan rumah yang harus ditindaklanjuti seperti pada pengamanan Pilkada serentak di tahun 2018, jelang Idul Fitri, penanganan Terorisme, kejahatan konvensional, narkoba, minuman keras dan miras oplosan.

“Untuk Pilkada serentak yang akan dilaksanakan di tiga Kabupaten di Sulteng, yaitu di Kabupaten Donggala, Parimo, dan Morowali, anggota Polda Sulteng lebih jernih dan bijak dalam bersikap. Seluruh anggota Polda dan ASN Polda Sulteng harus bersikap netral dalam pelaksanaan demokrasi,” ungkap Kapolda dalam arahannya.

- Periklanan -

Juga berapa poin penting yang harus ditindaklanjuti dari program Kapolda Sulteng sebelumnya. Mengingat program-program Promoter Polri yang sudah diluncurkan tinggal dilanjutkan. “Selain beberapa program, miras dan miras oplosan menjadi perhatian. Contoh kasus di Provinsi Jawa Barat banyak yang menjadi korban. Di Sulteng diharapkan tidak akan ada terjadi korban akibat miras oplosan,” katanya.

Terkait kasus Eksekusi lahan tanjung Sari, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai. Kapolda Ermi juga member atensi dan akan mempertanyakan kembali kepada ahli waris persoalan dan permasalahan yang sebenarnya terjadi.

“Tentunya untuk kasus Banggai kita akan tindaklanjuti dengan kegiatan bakti sosial dan kegiatan lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya usai melaksanakan serah terima jabatan di Mapolda Sulteng, Selasa (24/4).

Brigjen Ermi belum memberikan keterangan banyak terkait permasalahan di Kabupaten Banggai dan akan melakukan pembahasan lebih lanjut dengan ahli waris atau pemilik lahan yang sudah melakukan eksekusi di Kabupaten Banggai. “Kita akan bicarakan persoalan itu dengan pemilik tanah, apa permasalahannya,” kata Ermi.

Sementara, Brigjen Pol I Katut Agrawa dalam sambutannya, mengatakan kerjasama yang dibangun oleh seluruh prajurit Polda Sulteng akan semakin kokoh dengan jabatan baru Kapolda Sulteng dipimpin Brigjen Pol Ermi Widyatno. “Selanjutnya saya akan menjalankan tugas baru di Karo Renim Divkum Polri,” katanya.

Pelepasan pisah sambut Kapolda Sulteng dari Brigjen Pol I Ketut Agrawa kepada Brigjen Pol Ermi Widyatno dan mengiringi I Ketut Argawa bersama istri diwarnai tradisi pedang pora oleh personel Polri yang sudah ditentukan. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.