Kasus SDN Inpres Kabonena, Ortu dan Guru Saling Bermaafan

- Periklanan -

ilustrasi (@dream.com)

PALU – Dinas Pendidikan Kota Palu telah melakukan mediasi perdamaian antara guru dan orang tua siswa, terkait kejadian di SDN Inpres Kabonena, Kecamatan Ulujadi. Di mana wali kelas menguncikan pintu seorang siswanya yang sedang belajar di kelas. Setelah dicek, wali kelas ternyata buru-buru ingin menghadiri pesta. Kejadian ini menimpa Zn, seorang siswa kelas 1 SDN Inpres Kabonena, Senin lalu (6/2).

Kepala Disdik Kota Palu, Ansyar Setiadi, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengundang pihak guru SDN Inpres Kabonena yang diketahui mengajar di kelas satu itu, untuk mendapatkan pembinaan dan juga dilakukan mediasi perdamaian dengan pihak ortu siswa, pada Kamis (9/2) lalu.

- Periklanan -

Ansyar mengatakan jika kedua bela pihak, baik guru maupun ortu siswa sudah mengakui kesalahan masing-masing, serta meminta maaf atas kejadian itu. “Guru kelas satu itu, sudah minta maaf atas kejadian yang tidak sengaja dia lakukan yaitu mengunci siswa di dalam kelas dan orang tua siswa juga sudah meminta maaf karena sempat kasar kepada guru itu,” tandasnya.

Terkait mediasi maupun pembinaan yang dilakukan Disdik tersebut kata Ansyar, agar pihak guru lebih memperhatikan tugas dan fungsinya dalam melakukan proses belajar mengajar. Tidak mementingkan urusan pribadi.

Selain itu, Ansyar mengungkapkan, kejadian seperti itu menjadi pembelajaran untuk sekolah lain. Agar tidak terjadi lagi, khususnya sekolah yang ada di Kota Palu.

“Kami sudah memberikan pembinaan kepada guru tersebut, agar tidak terjadi lagi kelalaian seperti itu, dan tidak terjadi lagi di sekolah itu dan sekolah lainnya,” tuturnya. (cr8)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.