Positif Covid Meningkat, Pemkab Donggala Akan Berlakukan PSBB

Untuk Sembilan Kelurahan di Banawa

- Periklanan -

DONGGALA – Meningkatnya jumlah kasus positif covid-19 di Kabupaten Donggala, Tim Gugus tugas penangnan Covid-19 langsung mengambil langkah cepat. Berdasarkan hasil rapat yang dilaksanakan di ruang Sekkab Donggala, Kamis (10/9), Pemkab akan mengambil langkah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus mematikan tersebut.

Hal ini ungkapkan oleh Sekretaris Gugus Tugas, DR Akris Fatah Yunus kepada Radar Sulteng, kemarin. Menurut Kepala BPBD ini, penerapan PSBB akan diberlakukan di Ibu Kota Donggala atau lebih tepatnya pada 9 Kelurahan di Kecamatan Banawa. PSBB itu sebut Akris, rencananya akan mulai diberlakukan pada Sabtu 12 September. “Tadi kita sudah rapat dan dipimpin langsung oleh Sekkab Donggala. Besok (Jumat,red) penerapan PSBB ini akan ditanda tangani oleh Bupati. Jadi akan diberlakukan pada Sabtu 12 September,” sebut Akris.

Meski PSBB diberlakukan untuk 9 Kelurahan, Akris mengatakan, Kelurahan Tanjung Batu dan Boya akan ditangani secara lebih khusus. Sejak PSBB diterapkan, menurut Akris, pada saat itu juga akan diberlakukan jam malam. “Semua aktivitas hanya bisa dilakukan sampai pukul 8 malam. Ini akan kita berlakukan saat PSBB nanti,” katanya.

- Periklanan -

Disamping itu, Akris menjelaskan, gugus tugas akan terus melakukan penyemprotan dan penertiban masker. Selain itu lanjut Akris, pada saat PSBB juga akan dilakukan penertiban tempat-tempat keramaian seperti toko usaha maupun rumah makan. “Maksudnya ini harus ada pembatasan jarak dan harus menyediakan tempat cuci tangan. PSBB nanti itu saya kira akan lebih mengarah pada penertiban,” jelasnya.

Lebih lanjut Akris mengatakan, PSBB akan diberlakukan minimal selama 14 hari sembari melihat perkembangannnya. Disisi lain, Akris menyebutkan, Pemkab mengupayakan tidak ada lagi pasien yang melakukan karantina mandiri. Namun semuanya kata Akris, akan di karantina di RS Tambu sebagai tempat isolasi yang disediakan oleh Pemkab Donggala. “Kita sudah koordinasikan dengan tim medis maupun ahli, bahwa salah satu cara memutus rantai Covid-19 yaitu dengan melakukan isolasi di Rumah Sakit khusus pasien yang positif maupun OTG. Inilah langkah-langkah yang kita ambil untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Akris mengaku, selama beberapa hari ini kasus Covid-19 di Donggala menonjol. Hal itu terjadi pasca adanya 4 orang positif dan dua diantaranya meninggal. Saat ini sebut Akris, ada ketambahan tiga pasien positif Covid-19. Satu diantaranya adalah keluarga dari pasien yang meninggal dunia. “Kita masih menunggu hasil swabtes yang lainnya. Semoga tidak bertambah,” pungkasnya. (ujs)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.