Kasus Pembunuhan Yeyen, Polisi Telusuri Pria Teman Korban

- Periklanan -

PALU –  Kematian wanita Nur Faizah alias Yeyen (45), masih menyimpan misteri. Korban yang ditemukan warga tewas di semak belukar di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Palu Selatan, Sabtu (3/3) dalam kondisi tangan dan kaki terikat terus dalam pendalam penyelidikan polisi.

Jenazah korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum, Sabtu (3/4). (Foto: Wahono)

Untuk mendukung proses penyelidikan Polsek Palu Selatan telah memeriksa berapa saksi, baik dari pihak keluarga maupun rekan korban. Salah satu petunjuk yang akan didalami polisi adalah adanya pengakuan teman korban yang sempat bertemu dan melihat langsung teman korban, beberapa hari setelah korban dinyatakan hilang yang kemudian ditemukan tewas mengenaskan.

Paur Humas Polres Palu, Aipda I Kadek Aruna, Minggu (4/3), mengatakan, saat ini penyidik Polsek Palu Selatan, masih memeriksa saksi-saksi termasuk orang terakhir yang sempat bertemu dengan korban. “Harapan kami agar kasus ini bisa terungkap dan ada titik terang mengarah ke pelaku. Mudah-mudahan minggu minggu ini sudah ada petunjuk,” ujarnya.

- Periklanan -

Kadek, menambahkan untuk mengungkap kematian korban, Polres Palu dan Polsek jajaran serta tim Jatanras Polda Sulteng terus berkoordinasi untuk mengungkap penyebab tewasnya korban.

“Saat ini anggota masih terus berada di lapangan untuk mengungkap siapa pelaku pembunuh korban. Termasuk akan menyelidiki pria teman korban yang disebutkan kawan korban pernah terlihat bersama,” tegasnya.

Sementara hasil penelusuran di akun Facebook korban yang bernama Yeyen Adjen yang terakhir aktif di tanggal 23 Februrai 2018.  Status terakhir korban menuliskan “terkadang cuaca bagus sebelum badai dating”. Setelah mengetahui korban tewas dengan cara tidak lazim, akun facebook korban kemudian dibanjiri ucapan bela sungkawa.

Informasi yang dihimpun di tempat kos korban yang terletak di Sisingamangaraja (Sigma) lorong SMK PGRI tampak sepi. Sekitar pukul 13.00 wita, kondisi kos berdebu, di sudut dinding terlihat tumpukan kayu kayu berukuran sekitar 1 meter. Masih ada bentangan sepanduk usaha yang terletak di depan kos korban. Seperti diketahui korban juga menjalankan usaha bisnis online mulai, produk alat kecantikan, busana dan sepatu, serta tas perempuan. (who/acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.