Kasus Pembayaran Jembatan IV Tersendat di Meja Penyidik

- Periklanan -

PALU – Penyelidikan Kasus pembayaran utang Jembatan IV Palu yang tengah ditangani unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Palu masih tersendat di meja penyidik.

Kasus yang mulai diselidiki Reskrim Polres Palu sejak Juni 2019 lalu sudah memeriksa sejumlah orang-orang penting, seperti sejumlah anggota di DPRD Palu, mantan Kadis PU Kota Palu, hingga memeriksa langsung Direktur PT. Global selaku kontraktor pembangunan Jembatan IV yang kini sudah hancur saat bencana gempa bumi melanda Palu, Donggala dan Sigi 28 September 2018.

Kapolres Palu AKBP Moch Sholeh disela-sela konfrensi pers di halaman Reskrim Polres Palu, Kamis (16/1) ketika ditanya perkembangan kasus tersebut terlihat kebingungan dengan progres penanganan kasus yang sempat menjadi perhatian publik itu.

Kapolres Sholeh kemudian memanggil Kasat Reskrim Polres Palu AKP Esti Prasetyo Hadi untuk memberikan penjelasan. “Mana Kasat Serse sini. Sampai mana perkembangan kasus jembatan IV. Coba Dijelaskan,” ujar Kapolres.

Sementara Kasat Reskrim terlihat setengah berbisik ke Kapolres menyampaikan jika kasus jembatan IV Palu masih dalam proses penyelidikan. “Kasusnya masih lidik,” kata Esti Prasetyo.

Saat ditanya apakah akan ada pemeriksaan saksi-saksi lainnya? Esti tampak kembali setengah berbisik menyampaikan ke Kapolres. “Ijin komandan sesuai aturan untuk kasus korupsi yang masih proses lidik tidak bisa diekspos ke publik,” kata Esti menyampaikan ke Kapolres.

Kapolres Sholeh, mengatakan bahwa penangan kasus jembatan IV Palu masih berlanjut dan pihaknya berjanji kasus tersebut akan tetap dilanjutkan.

Hanya saja prosesnya memang butuh waktu, seperti pada kasus korupsi-korupsi lainnya. “Kalau saya maunya kasus ini bisa segera diselesaikan. Tapi itu tadi prosesnya butuh waktu. Tetap kami tangani kasus ini (jembatan IV Palu),” pungkasnya.

Sebelumnya mantan Kapolres Banggai itu menyatakan, untuk menindaklanjuti penanganan kasus Jembatan IV Palu, Polres Palu berencana dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung RI). “Kasus ini (jembatan IV) masih berlanjut. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pihak Kejagung,” kata Kapolres Palu, AKBP Moch. Sholeh kepada Radar Sulteng, akhir 2019 lalu.

- Periklanan -

Karena kasus ini, lanjut mantan Kapolres Banggai itu, selain Polres Palu, pihak Kejagung juga menangani kasus yang sama, sehingga diperlukan koordinasi. “Nanti untuk jelasnya bisa langsung sama Kasat Reskrim,” ujarnya.

Data Radar Sulteng dalam penanganan kasus Jembatan IV Palu, penyidik tipikor Polres Palu, telah memeriksa mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu, Bhartolomeus Tandigala untuk melengkapi bahan pemeriksaan.

Sebelum-sebelum di sejak bulan Juni 2019 penyidik Tipikor Polres Palu juga sudah memeriksa beberapa saksi, termasuk juga telah memeriksa pihak kontraktor Jembatan IV yakni PT. Global. Penyidik Tipikor Polres Palu dimasa kepemimpinan Kapolres Palu AKBP Mujianto, langsung terbang ke Jakarta untuk memeriksa Direktur PT Global.

Disaat hampir bersamaan pihak Kejagung RI telah memanggil beberapa pihak untuk dimintai keterangan terkait pembayaran utang Jembatan IV Palu.

Bahkan Mantan Walikota Palu Rusdy Mastura mengaku juga sudah memenuhi panggilan Kejagung. Kemudian Walikota Palu saat ini Hidayat juga mengaku telah diundang dan dimintai keterangan. Selanjutnya ketua DPRD Palu, Ishak Cae dan Ketua Komisi C DPRD Kota Palu Sofyan R Aswin juga telah dimintai keterangan Kejagung.

Kasus pembayaran utang Jembata IV Palu mencuat disaat salah seorang anggota DPRD Palu, Sopyan R Aswin mempertanyakan dan mempermasalahkan pembayaran utang Jembatan IV Palu. Sopyan menduga dibalik pembayaran utang Jembatan IV Palu disaat Kota Palu baru saja dilanda bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi ada praktik suap sebesar Rp 2 miliar kepada beberapa oknum anggota DPRD Palu dan pihak PT Global selalu kontraktor pembangunan Jembatan IV Palu.

Pembayaran dugaan suap tersebut agar proses pembayaran utang jembatan IV tetap dibayarkan walaupun saat itu kondisi Kota Palu masih dalam proses pemulihan pasca bencana dasyat dan penyintas sangat butuh bantuan dan perhatian dari pemerintah.

Menariknya saat digelar RDP yang dipimpin ketua DPRD Kota Palu Ishak Cae kala itu, oleh salah seorang anggota DPRD membacakan screenshot percakapan WA yang disebut-sebut merupakan percakapan melalui nomor sopir atau driver dari pihak PT Global dengan salah satu kontak yang menyatakan untuk pertemuan dengan antara dua pihak yang diduga adalah Ketua DPRD Kota Palu.

Dalam percakapan tersebut janji bertemu di Hotel Arya Duta di Jakarta. Bahkan salah satu percakapan yang menjadi ramai merupakan bagian dari adanya dugaan suap adalah pesan WA yang mengarah pada untuk mencek “transferan dana”.

Atas dasar dugaan-dugaan tersebut Polres Palu melalui penyidik tipikor dan juga pihak Kejaksaan Agung melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi dalam pembayaran utang jembatan IV Palu secara hampir bersamaan. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.