Kasus Korupsi yang di-SP3 Bisa Dibuka Kembali

- Periklanan -

Kolam renang di sekitar lokasi eks STQ Jalan Jabal Nur yang sebelumnya disidik Kejati Sulteng yang kemudian diterbitkan SP3. (Foto: Rony Sandhi)

PALU – Sejumlah kasus korupsi yang telah diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) di antaranya kasus dugaan korupsi pembangunan kolam renang dan Kasus Bansos Sapi di Kabupaten Poso tahun 2012 bisa dibuka kembali.

Hal itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulteng, Sampe Tuah SH, melalui melalui Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulteng Joko SusantoSH MH saat menjawab pertanyaan sejumlah wartawan atas kasus-kasus dugaan korupsi yang telah diterbitkan SP3, di Aula Baharuddin Lopa, Kejati Sulteng, Selasa (4/4).

- Periklanan -

Menurutnya, penghentian penyidikan merupakan tindakan dari penyidik yang resmi yang telah diatur di dalam ketentuan Kitap Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). “Penghentian penyidikan atas sebuah dugaan perkara tindak pidana itu merupakan kewenangan dari penyidik,” ujarnya.

Mengapa menjadi kewenangan dari penyidik, hal itu sebagaimana diatur dalam pasal 7 ayat 1 huruf i. Bahkan KUHAP juga mengatur alasan alasan penghentian penyidikan seperti yang diatur dala pasa 109 ayat 2 KUHAP. Di antaranya itu, tidak cukup bukti, peristiwa yang disidik oleh penyidik ternyata bukan merupakan tindak pidana, penyidikan dihentikan demi hukum. “Pada intinya tindakan penyidik melakukan penghentian suatu perkara itu resmi, dan itu diatur,” sebutnya.

Meski dikeluarkannya SP3 atas suatu kasus atau perkara yang ditangani, bukan berarti kasus tersebut tidak bisa dibuka lagi. Karena, SP3 tidak menjadi penghalangan dilakukan kembali penyidikan suatu kasus yang telah dihentikan. Tetapi untuk membuka kasus itu lagi, harus ada bukti baru “Sepanjang ada bukti-bukti (novum) baru, maka dapat dibuka lagi untuk dilakukan penyidikan kembali,” terangnya.

Dia mencontohkan, kasus yang sudah di-SP3 yakni kasus dugaan korupsi Bansos Sapi. Namun jika ditemukan novum baru, baik yang diperoleh penyidik maupun yang dipublikasikan media, pihak Kejati akan kembali melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut. Namun novum atau bukti baru yang dimaksud disini adalah bukti di saat pelaksanaan Bansos Sapi itu dilaksanakan, tapi baru ditemukan sekarang,” tandasnya. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.