Kasus Jembatan IV Palu, Kejati Periksa 13 Orang

- Periklanan -

PALU- Hingga saat ini pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng belum menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka dalam dugaan kasus pembayaran utang Jembatan IV Palu, meski kasusnya sudah masuk ke penyidikan.

Pihak Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, dan sampai saat ini sudah ada 13 orang yang dipanggil ditahap penyidikan.

Kasi Penkum Kejati Sulteng, Inti Astutik, Senin (29/6) menjelaskan bahwa dalam penyidikan yang saat berlangsung telah melakukan pemeriksaan kepada 13 orang, dimulai sejak tanggal 23 Juni 2020 sampai kemarin 29 Juni 2020, yakni inisial NM, AR,AP, dan di tanggal 25 Juni 2020 diperiksa inisial MR, SY, AR,As,RS.

- Periklanan -

“ Untuk hari ini 29 Juni 2020 yaitu inisial IR SA,DB, AL,IA, diperika sebagai saksi dalam proses penyidikan, dari kesemuanya belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Dirinya menegaskan bahwa proses sampai saat ini, belum bisa secara terbuka terkait dengan hasil pemeriksaan ke 13 orang tersebut, baik itu jabatan maupun dari instansi mana, yang jelas semua mengetahui keterkaitan dengan jembatan IV Palu. “ Kami tidak bisa buka soal identitas dari instansi mana, yang jelas merka yang diperika sebagai langkah untuk mengumpulkan dua alat bukti,” ujar juru bicara Kejati Sulteng itu.

Dihubungi terpisah Aspidsus Kejati Sulteng, Edwar, menjelaskan bahwa kasus dugaan korupsi itu lebih pada pembayaran eskalasi oleh Pemerintah Kota Palu kepada PT Daya Global Mandiri (GDM) yang melakukan pembangunan jembatan sebagai pihak ketiga. “ Nga segampang itu kita tetapkan orang sebagai tersangka, masih dalam proses,” demikian kilah Aspidsus Edwar. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.