Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Kasus Gernas Kakao Tolitoli, 100 Orang Diperiksa

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi (@sumut.pojoksatu.id)

PALU – Empat terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi kegiatan Gernas Kakao Kabupaten Tolitoli tahun 2013, Mansyur IB Lanta, Eko Juliantoro, Cony J Contiadago, dan Syamsul Alam, kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A/PHI/Tipikor Palu, Senin (6/3).

Tahapan sidang yang dijalani para terdakwa  masih pembuktian. Sedianya kurang lebih 100 saksi yang diperiksa majelis hakim, di dalam persidangan. Selain kelompok tani dan penyedia bibit atau entris, hadir juga sebagai saksi mantan Istri Bupati Tolitoli Moh Saleh Bantilan yakni Nuraeni Yusuf Bantilan, kemudian istri terdakwa Mansyur IB Lanta, Endang, serta sejumlah staf di Dinas Perkebunan Tolitoli.

Terungkap di persidangan, bahwa terdakwa Cony J Contiadago yang dalam kegiatan Gernas Kakao bertindak sebagai pejabat penandatangan surat perintah membayar (PP-SPM), beberapa kali melakukan transaksi atau memberi uang, seperti kepada terdakwa Eko Juliantoro, mentransfer ke rekening saksi Endang atau istri dari terdakwa Mansur IB Lanta, melalui anak mantunya,  dan memberikan uang kepada Bupati Tolitoli dengan cara menitip ke mantan istri bupati.

Transaksi ke terdakwa Eko Juliantoro, terjadi di ruang kerja pada Dinas Perkebunan Tolitoli. Terhadap transaksi itu, terdakwa Cony J Contiadago, tidak memungkirinya. Di hadapan majelis hakim menanggapi keterangan saksi saksi, dia mengakui bahwa uang yang diberinya kepada terdakwa Eko Juliantoro, senilai Rp50 juta. Apa tujuannya kata terdakwa hanya sekadar untuk diberikan.

Setelah itu, mengenai keterangan saksi, bahwa melalui anak mantunya pernah juga uang senilai Rp135 juta, ditransfer ke rekening saksi Endang, istri terdakwa Mansur IB Lanta atau mantan kadis Perkebunan Tolitoli yang bersaksi  hari itu. Itupun oleh terdakwa Cony, tidak dipungkirinya.

Di persidangan dana yang ditransfer ke rekening saksi Endang bersumber dari sisa kegiatan Gernas Kakao hanya peruntukannya untuk bisnis pibadi antara Cony dan saksi Endang. Saksi Endang pun tidak tahu kalau uang yang ditransfernya itu bersumber dari dana gernas.

Begitupun terhadap keterangan saksi mantan istri Bupati Tolitoli Nuraeni yang menerangkan pernah menerima uang dari terdakwa Cony sebesar Rp40 juta. Uang itu kata saksi Nuraeni, titipan dari terdakwa Cony untuk suaminya Bupati Tolitoli. Terhadap keterangan saksi ini, terdakwa Cony pun tidak memungkirinya. Malah terdakwa menyebutkan, uang Rp40 juta diberikan untuk bupati karena perintah terdakwa Mansur IB Lanta. “Uang Rp40 juta itu saya berikan untuk bupati karena perintah kadis (Mansur Ib Lanta ketika itu),” sebutnya.

Bahkan setelah Rp40 juta, Mansur IB Lanta memerintahkan terdakwa Cony, mengeluarkan uang Rp50 juta, untuk Bupati Tolitoli. Tapi kata terdakwa Cony, uang itu diserahkannya lebih dulu kepada terdakwa Masyur IB Lanta dan setahunya terdakwa Mansyur IB Lanta yang memberikanya kepada Bupati.

“Ada catatan saya yang mulia,” kata terdakwa Cony lagi.

Bukan hanya itu, menyambung fakta sidang sebelumnya mengenai Bupati Tolitoli Moh Saleh Bantilan, yang menerima uang sebesar Rp1 miliar, ini kembali diungkapkan oleh terdakwa Cony dan terdakwa Mansur IB Lanta. Kata Cony, keluarnya dana itu juga karena perintah Mansur IB Lanta. Hanya yang menjadi perdebatan keduanya, di persidangan waktu keluarnya uang tersebut tahun berapa. Karena terdakwa Mansur IB Lanta menyebutkan itu, tidak ada sangkut pautnya dengan kegiatan di tahun 2013. “Seingat saya itu November 2012, bukan 2013 dan sudah sampai saya serahkan,” kata terdakwa Masur IB Lanta.

Pernyataan terdakwa Mansur IB Lanta itu, berbeda dengan terdakwa Cony yang menyebutkan dana Rp1 miliar itu diberikan kepada bupati di tahun 2013. “Saya masih ingat itu, awal tahun anggaran 2013, antara bulan Januari dan Februari,” kata Cony membalas Jawaban tedakwa Mansur. Terungkap juga kalau dana Rp1 miliar itu dari seseorang di Makassar, untuk diberikan kepada Bupati Tolitoli. “Sekitar empat hari dititip diberangkas dinas, baru saya antarkan,” ungkap terdakwa Mansur IB Lanta.(cdy)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.