Kasus di Qool_It, Polisi Sebut Kematian Korlina karena Gantung Diri

- Periklanan -

Kapolres Palu AKBP Christ R. Pusung.

PALU- Masih ingat dengan penemuan mayat seorang baby sitter di tempat variasi dan cuci mobil Qool It di Jalan S Parman, Palu, pada Desember 2016 lalu? Ditemukannya Korlina Kubu yang saat itu sudah tak bernyawa lagi, menurut hasil penyelidikan Polres Palu akibat bunuh diri. Wanita asal Nusa Tenggara Timur ini ditemukan meninggal di pagi hari.

“Meninggalnya Korlina Kubu, untuk sementara kami nyatakan karena gantung diri. Sebab bukti kuat sampai saat ini yang dikantongi polisi, mengarah ke situ. Sesuai bukti dan data yang dikumpulkan polisi, tidak mengarah pada pembunuhan atau meninggal secara tak wajar,”ujar Kapolres Palu, AKBP Christ R Pusung, saat konferensi pers di Mapolres Palu Jalan Pemuda, Rabu (3/5).

Kata Christ, jajarannya bersama tim penyidik belum menemukan perkembangan yang berarti dari kasus itu. Dugaan pembunuhan terhadap korban sangat nihil. “Untuk bukti terkuat saat ini, penemuan korban adalah gantung diri,”ujar kapolres lagi di hadapan teman-teman media.

- Periklanan -

Kapolres secara tegas menyatakan, pihaknya tetap melanjutkan proses pengungkapan kematian Korlina Kubu, jika ada bukti baru. Tapi untuk saat ini korban dinyatakan bunuh diri. “Kan sudah berjalan setengah tahun. Kita tetap perhatikan. Ini penting, supaya ada kepastian bahwa kematian baby sitter dibunuh atau memang gantung diri. Untuk sementara kami nyatakan akibat gantung diri,”tegas orang nomor satu di Polres Palu itu.

Kapolres mengungkapkan, pihaknya tidak bisa semena-mena menyatakan ada dugaan pembunuhan tanpa ada bukti kuat. Karena apa yang sebenarnya terjadi, sampai saat ini kesimpulannya masih gantung diri.

Ditanya rencana dilakukannya gelar perkara, Polres Palu kata Christ, telah berkordinasi dengan Polda Sulteng. Tinggal menunggu kapan waktu yang tepat. “Gelar perkara kapan dilakukan, masih menunggu hasil koordinasi dengan Polda,”katanya.

Di sisi lain, Christ juga menegaskan bahwa apabila tidak ada perkembangan dalam proses penyelidikan lanjutan, maka penanganannya bisa saja digentikan atau dikeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3). “Kalau bukti-buktinya hanya sebatas di sini, maka pastinya akan mengarah pada SP3,”demikian kata mantan Kapolres Tolitoli ini.(cr3)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.