Kasus Bansos dan Hibah Kota Palu 2015 masih Disidik

- Periklanan -

Penyidik Kejari Palu saat melakukan penggeledahan Kantor Dinas Pendapatan Kota Palu tahun 2016 lalu terkait dugaan korupsi dana bansos dan hibah tahun anggaran 2015. (Foto: dok Radar Sulteng)

PALU- Kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) dan hibah Kota Palu tahun anggaran 2015 yang ditangani Kejari Palu, sampai detik ini belum menyeret satupun tersangka. Padahal, kasusnya sudah resmi ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan sejak April 2016. Kejari Palu “terkesan” belum bernyali menetapkan tersangkanya.

Diketahui, dana bansos dan hibah Kota Palu yang diselidiki Kejari, bersumber dari APBD dan APBD-Perubahan Kota Palu tahun anggaran 2015. Rinciannya, dana Bansos kurang lebih Rp7 miliar dan dana hibah kurang lebih Rp33 miliar. Untuk hitungan kerugian negara, penyidik telah meminta bantuan BPK-RI perwakilan Sulteng untuk melakukan hitungan.

Selama dugaan korupsi ini ditangani Kejari Palu setahun lebih, sudah puluhan orang yang diperiksa. Baik pejabat yang masih aktif maupun yang sudah tidak lagi menjabat. Di antaranya mantan Wali Kota Palu Rusdy Mastura, mantan Wakil Wali Kota Mulhanan Tombolotutu, mantan Pj Wali Kota Hidayat Lamakarate, serta mantan Sekkot Aminuddin Atjo. Kemudian Plt Sekkot Palu Dharma Gunawan, serta Kepala DPPKAD Palu Irmawati Alkaf. Selain mereka itu, puluhan nama lainnya juga telah dimintai keterangan sebatas saksi.

- Periklanan -

Penyimpangan dana bansos dan hibah ditengarai menyalahi ketentuan Permendagri Nomor 39 Tahun 2012 tentang perubahan atas Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bansos yang bersumber dari APBD.

Salah satu yang dianggap menyimpang adalah dana hibah yang diberikan kepada Yayasan Pendidikan Nosarara Nosabatutu. Yayasan ini menurut Kejari Palu, mendapat bantuan hibah secara berulang di tahun 2015. Dalam Permendagri tidak mengatur demikian. Dana hibah dan bansos tidak boleh diberi secara berulang alias double.

Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Palu, Efrivel, kasus dana bansos dan hibah hingga kini belum dapat dipublikasikan secara gamblang. Karena prosesnya masih sementara jalan di tahap penyidikan. Efrivel membenarkan pihaknya belum juga menetapkan tersangkanya kurun setahun lebih.

“Nanti kalau sudah tahap penuntutan, barulah kami ekspose. Tentunya (saat tahap penuntutan) sudah ada nama-nama tersangka. Sampai sekarang masih jalan kasusnya,”kata dia Selasa (4/7) kemarin di Kantor Kejari Palu Jalan Moh Yamin.

Walaupun penyidik belum menetapkan tersangka, berdasarkan hasil pengembangan penyidikan, telah ditemukan sejumlah alat bukti yang dapat menguatkan proses penetapan tersangka. ”Kalau detail pemeriksaan saksi yang mengarah ke tersangka, kami juga belum bisa beberkan sekarang. Tunggulah dulu. Biarkan dulu penyidik bekerja,” pinta Efrivel. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.