Kasus Abu Tour di Sulteng Dilimpah ke Polda Sulsel

- Periklanan -

PALU –  Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng menyatakan bahwa laporan dugaanb penipuan oleh biro perjalanan Umroh Abu Tours yang telah resmi dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulteng telah sepenuhnya ditangani oleh Polda Sulawesi Selatan. Karena berdasarkan surat dari Mabes Polri bahwa semua kasus Abu Tours semua dialihkan ke Polda Sulawesi Selatan dalam tindak lanjutnya.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono mengatakan, bahwa penanganan kasus Abu Tours di Sulteng dengan jumlah 141 korban sudah tidak ditangani oleh Polda Sulteng. Kasus tersebut telah diserahkan semuanya kepada Polda Sulawesi Selatan sesuai dengan TR yang dikeluarkan Mabes Polri.

“Sehingga adanya TR itu yang mengatakan bahwa kasus itu sepenuhnya ditangani oleh Polda Sulsel, keterlibatan Polda Sulteng sudah tidak ada dan telah selesai dalam melakukan berkas pemeriksaan para korban,” ungkapnya, Kamis (12/7) di ruang kerjanya.

- Periklanan -

Hery menjelaskan, bahwa pelimpahan kasus kepada Polda Sulsel sudah berapa bulan lalu, dan hal itu belum pernah diketahui tindak lanjutnya dan dirinya mengakui bahwa selama dilimpahkan, Polda Sulteng tidak mendapatkan informasi perkembangan kasusnya seperti apa yang diproses oleh Polda Sulsel. “Intinya waktu kami sudah terima laporan dari korban kami sidik dan selesai berkas kami serahkan ke Polda Sulsel sampai sekarang kami belum dapatkan tindak lanjutnya seperti apa,” sebut Juru Bicara Polda ini.

Dirinya bahkan sudah berkoordinasi dengan Ditreskrimum Polda Sulteng terkait hal ini, namun pihak penyidik juga mengatakan hal yang sama yaitu belum mendapatkan perkembangan penanganan kasus dugaan Abu Tours tersebut. “Saya konfirmasi sama Krimum juga sama belum ada perkembangan,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa data yang melapor ke Polda Sulteng sebanyak 141 korban Abu Tours yang gagal dalam pemberangkatan umroh. Sementara untuk korban yang akan mencari informasi soal perkembangan kasusnya sampai di mana diminta segera langsung ke Polda Sulteng dan apabila masih ada korban jamaah yang belum melapor segera membuat laporan ke kantor polisi terdekat. “Masih bisa kami terima bila masih ada yang belum melapor, namun untuk yang sudah diperiksa dan berkasnya sudah di Polda Sulsel tinggal menunggu saja sampai mana penanganan kasusnya,” tegasnya.

Dirinya bahkan menegaskan aparat kepolisian khususnya Polda Sulteng tentunya sudah merespon kasus ini dengan salah satu contoh yaitu membuat pos pengaduan. “Kami sudah membuat pos pengaduan itu adalah bagian dari penanganan yang kami lakukan, dan melakukan pemeriksaan kepada saksi yang memang harus satu persatu sehingga prosesnya agak lama waktu itu, namun untuk berkas sudah lama kami limpahkan ke Polda Sulsel,” kata Hery. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.