Kasat Brimob yang Baru Diperintahkan Kejar DPO

- Periklanan -

KEJAR DPO : Kapolda Sulteng, Rudy Sufahriadi (tengah) melakukan salam komando bersama pejabat baru Kasat Brimob, Guruh Arif Darmawan serta pejabat lama Kasat Brimo, Reza Arief Dewanto, usai serahterima jabatan Selasa kemarin. (Foto: Agung Sumandjaya)

PALU–Tongkat Komando Kepala Satuan (Kasat) Brimob Polda Sulawesi Tengah resmi dipegang AKBP Guruh Arif Darmawan. Tongkat komando diserahkan Kapolda Sulteng, dalam upacara Serahterima Jabatan (Sertijab) Kasat Brimob Polda Sulteng, Selasa (28/2) kemarin, di lapangan Upacara Mako Brimob, Kelurahan Mamboro.

Guruh Arif Darmawan sendiri, bukan orang baru di Polda Sulteng. Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Kapolres Donggala. Guruh juga pernah bertugas dalam Operasi Tinombala, dan berprestasi ikut serta dalam penangkapan Basri alias Bagong, salah satu DPO yang paling dicari di Poso.

- Periklanan -

Sedangkan pejabat lama Kasat Brimob, Kombes Pol Reza Arief Dewanto, mendapat jabatan baru sebagai Kapolres Samarinda, Polda Kalimantan Timur. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi mengucapkan terimakasihnya kepada Reza Arief, atas pengabdian dan loyalitasnya terhadap kesatuan selama bertugas kurang lebih hampir 2 tahun.  “Untuk AKBP Guruh saya ucapkan selamat bergabung kembali dengan tugas baru, dan saya yakin Brimob bukan barang baru lagi untuk anda,” sebut Kapolda kepada Kasat Brimob yang baru.

Brimob kata dia, memiliki peran penting di tubuh Polri, sebagai unsur satuan penanggulangan gangguan keamanan berintensitas tinggi. Seperti penanggulangan terorisme, huru-hara, penumpasan kelompok sipil bersenjata serta pelaksanaan Search And Rescue atau SAR. “Sehingga, Brimob harus siap setiap saat bila harus menjalankan tugas,” kata Rudy.

Program dan tugas-tugas yang sudah dilakukan Kasat Brimob yang lama, Kapolda mengharapkan pula, dapat dijalankan pejabat yang baru. Salah satunya yakni ikut dalam pencarian 9 orang daftar pencarian orang (DPO) kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), yang masih buron di hutan wilayah Kabupaten Poso. “Nantinya kalau Operasi yang sekarang berakhir, akan dilanjutkan oleh Brimob Polda Sulteng,” jelas Kapolda.

Disinggung terkait peningkatan pengamanan pasca teror bom di wilayah Jawa Barat, Kapolda meminta pula seluruh personelnya untuk tetap waspada. Termasuk masyarakat. Sebab, menurut dia, saat ini para kelompok radikal tersebut, dengan mudahnya bisa menebar teror, tidak hanya menggunakan bom. “Anggota ISIS kini tidak perlu lagi latihan, cukup dengan mereka menyatakan diri bergabung dengan ISIS lewat media sosial, maka mereka sudah bisa melakukan amaliah atau aksi teror, bisa dengan menggunakan pisau saja. Untuk itu masyarakat harus cepat melaporkan jika melihat ada tanda-tanda yang mencurigakan di lingkungan masing-masing,” pungkas Rudy. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.