Kas Keliling BI Diserbu Masyarakat

- Periklanan -

Warga menukarkan uang di kas keliling Bank Indonesia (BI) yang menyambangi kompleks Pasar Masomba, Palu Selatan, Selasa (22/5). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Di bulan Ramadan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulteng sudah melakukan kas keliling, di beberapa pasar dan pusat perbelanjaan di Kota Palu. Dengan melayani penukaran uang kecil, uang lusuh, uang yang ditarik dari peredaran dan uang rusak.

Dari pantauan Selasa (22/5) bertempat di Pasar Masomba belakang blok pasar ikan, suasana penukaran uang terbilang ramai, beberapa orang mengantre untuk menukarkan uang dengan pecahan kecil. Lokasi penukaran juga terlihat dijaga oleh aparat kepolisian berjumlah tiga orang bersenjata lengkap.

Salah seorang warga saat ditanya selesai menukarkan uang mengaku mendapatkan informasi adanya kas keliling BI dari bank lain saat hendak menukarkan uang.  Ibu tersebut menukarkan uang pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu sebanyak Rp10 juta untuk disedekahkan. “Tadi dari bank mega, di sana uangnya tidak cukup jadi diarahkan kemari,” ucapnya.

- Periklanan -

Lain halnya dengan Haryadi, salah satu pedagang ikan di pasar Masomba ini mengaku datang untuk menukarkan uang pecahan Rp2 Ribu sebanyak Rp1 Juta untuk digunakan saat berjualan. “Mau dipakai untuk kembalian, soalnya susah uang kecil. Sementara itu pembeli sering pakai uang besar untuk belanja,” bebernya.

Salah seorang petugas Bank Indonesia, Putu mengatakan penukaran uang dengan pecahan kecil banyak diminati masyarakat, khususnya para pedagang di pasar Masomba dan yang menjadi target penukaran, kata Putu adalah pecahan dua ribu dan lima ribu rupiah. “Ada juga yang tukar uang sobek, tapi sejauh ini penukaran uang kecil yang banyak, ada yang pakai untuk kembalian di kios, ada juga tadi untuk persiapan hagala,” kata Putu.

Saat diwawancara terpisah Kepala Perwakilan BI Sulteng, Miyono mengatakan, untuk penukaran uang Cacat Ditarik dan Rusak (CDR) sudah dibuka sejak adanya Sulteng Expo, di Bank BI yaitu hari Selasa dan kamis. Sedangkan penukaran uang kecil, bisa dilakukan di Kas keliling yang hadir menjumpai masyarakat, baik di pasar maupun pusat perbelanjaan, selama bulan Ramadan yang memang permintaan penukaran sangat tinggi. “Mulai 21 Mei hingga 25 Mei, di area pertokoan, pasar masomba, pasar manonda, kompleks grand hero dan pasar bambaru,” sebutnya.

Kata dia, masyarakat tidak perlu khawatir, menghadapi lebaran, BI siapkan uang Rp1,7 triliun atau naik 19,7 persen dari tahun 2017, terdiri dari berbagai pecahan uang. Untuk  Kas keliling di bulan Ramadan difokuskan untuk Kota Palu. “Akan disinergikan dengan pelaksanaan kegiatan pasar murah dan di beberapa lokasi terpilih.  Sementara untuk kota Luwuk, Morowali, Poso, Parigi dan Tolitoli, kita layani melalui dropping dana Kas Titipan di Bank-bank yang telah kami tunjuk,” ucapnya. Untuk  beberapa kota yang lain, yang tidak ada Kas Titipan sudah dilayani sebelum bulan Ramadan.(umr/cr8)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.