Kartini-Kartini Muda Sulawesi Tengah yang Menginspirasi (2)

- Periklanan -

Kembar identik, kadang tidak selalu sama dalam perilaku dan tingkat intelegensinya. Namun bagi Shofi Nurul Fath dan Shofia Nurun Alanur (24), tingkat intelegensi keduanya “identik”. Mereka kompak sama-sama berprestasi di bidang akademik. Siapa mereka?

Laporan : ADI NUR ALIM

Shofia Nurun Alanur (kanan) dan Shofi Nurul Fath (kiri) saat menjadi pembina SMA Al-Azhar Mandiri Palu yang saat itu menjadi juara nasional dalam lomba cerdas cermat empat pilar MPR RI Tingkat Nasional tahun 2016. (Foto: dok. Pribadi)

LAYAKNYA saudara kembar, hampir tidak bisa membedakan yang mana Shofi maupun Shofia. Sama halnya dengan wartawan koran ini. Beruntung, masing-masing dari mereka mengenalkan diri.

Kedua Alumni program studi (Prodi) Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako (Untad) ini, memang sejak duduk di sekolah dasar, selalu menjadi juaa kelas. “Kalau SD kami ganti-gantian. Kadang saya yang juara 1 kadang pula saya yang juara 2, gentian dia (Shofi) lagi yang juara 1,” ungkap Shofia membuka perbincangan.

Baik Shofi dan Shofia, yang sama-sama mencitai anak-anak dan buku ini,  ketika duduk di bangku SMP, sempat berbeda kelas. Namun tetap menjadi juara di kelasnya masing-masing. Di masa sekolah mereka pernah aktif di organisasi sekolah dan pengurus pengajian sekolah.

Selain itu, Shofia sendiri pernah mewakili sekolahnya dalam lomba bercerita rakyat dan menjadi juara harapan 1 se-Sulawesi Tengah (Sulteng).  Mereka juga mewakili sekolah dalam lomba olimpiade sains bidang kebumian dan astronomi hingga mewakili Kabupaten Morowali ke tingkat provinsi tahun 2010-2011.

Shofi dan Shofia juga mewakili sekolahnya dalam lomba cerdas cermat empat pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) dan berhasil maju ke tingkat nasional mewakili provinsi dan berhasil meraih juara dua di babak final tingkat nasional tahun 2011.

- Periklanan -

Setelah lulus SMA, Shofi masuk ke Universitas Tadulako melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sedangkan Shofia jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Sama-sama kuliah di jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Shofi dan Shofia aktif mengikuti perkuliahan dan aktif di organisasi kampus antara lain Unit Kegiatan Penalaran Mahasiswa (UKPM) FKIP, Jurnalis atau Wartawan Media Tadulako, Himpunan Mahasiswa PKn Morality, Himpunan Nasional Mahasiswa PKn, Turun Tangan Palu dan Civic Care Palu.

Selama perkuliahan, Shofi dan Shofia mengikuti beberapa lomba bidang kepenulisan. Shofia pun berhasil meraih juara satu lomba pemilihan mahasiswa berprestasi (Mawapres) Untad tahun 2015.  Shofia lulus dari Universitas Tadulako dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,93 dengan masa studi tiga tahun tujuh bulan sebelas hari dan meraih gelar wisudawan tercepat. Shofi juga lulus dengan masa studi tiga tahun tujuh bulan 29 hari dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,94.

Setelah lulus, Shofia langsung mengajar di SMA Al Azhar Mandiri Palu. Di sekolah tersebut dia berhasil membawa siswa memenangkan tim SMA Al-Azhar Mandiri Palu juara satu nasional lomba cerdas cermat empat pilar MPR RI di tahun 2016.

Sedangkan kembarannya, Shofi, mengajar di SMAN Model Terpadu Madani Palu dan berhasil pula membimbing siswa meraih juara dua lomba cerdas cermat empat pilar MPR RI Provinsi. Shofia mengatakan, bahwa dari kecil dia dan Shofi sudah diajarkan untuk tidak malas dan manja, agar nantinya bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi kedepannya bila tidak bersama orang tua lagi.

“Dari kecil hingga sekarang, orang tua kami, khususnya ibu tercinta selalu menekankan kepada kami agar selalu disiplin dan pantang menyerah, karena bukan hasilnya yang penting melainkan proses. Bahwa tidak penting prestasi, yang penting proses belajar selalu menempa kami hingga menjadi saat ini. Prestasi yang kami dapatkan hanyalah bonus dari usaha yang kami tekuni,” katanya.

Shofia juga menjelaskan, bahwa baginya sukses dunia dan akhirat itu adalah tujuan utama, karena biarpun sukses dalam permasalahan dunia tapi akhirat tidak, maka itu sama dengan sia-sia.  “Motto saya apapun yang terbesit di hati dan pikiranmu, selama itu kebaikan, kerjakanlah. Sebab kita tidak tahu kapan keberkahan akan datang dan dari pintu mana Allah SWT membukakan jalan. Kedepannya juga jika kami sukses dalam kehidupan dan akademik yang kami jalani sekarang, khususnya pendidikan S2 yang saya geluti maka akhirat atau ibadah juga harus mengikuti, tidak boleh berat sebelah,” jelasnya.

Di tahun 2017 kemarin, Shofia melanjutkan studi strata dua di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, dan sedang menempuh semester dua. IPK sementara 3,80 atau setara Cum Laude. Dan menjadi anggota di Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana UPI. Sedangkan kembarannya Shofi, memutuskan menikah muda dan mengabdi di SMA Al Azhar Mandiri Palu menggantikan Shofia. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.