Karate Sulteng Pertahankan Tradisi Medali di Kejurnas Piala Panglima

- Periklanan -

Karateka Sulteng, Miftah Fauzan (kanan) saat menghadapi karateka Jabar di final kumite kelas 55 junior putra Kejurnas Piala Panglima TNI 2017 di Cilangkap, Sabtu (23/9) kemarin. Miftah harus puas dengan medali perak. (Foto: Forki Sulteng)

CILANGKAP- Meski menurunkan karateka lapisan dua dan tiga, tradisi medali berhasil dipertahankan karateka FORKI Sulteng di arena Kejurnas Piala Panglima TNI. Tahun ini, karateka Miftah Fauzan Tandjungbulu mempersembahkan medali perak di nomor kumite kelas 55 junior putera.

Menang dari karateka Sulawesi Barat, Miftah kembali menang telak atas karateka Kepri dan Aceh dipertandingan kedua dan ketiga.

Tiga kemenangan membuat Miftah berhadapan dengan karateka Lampung untuk menuju final. Pada pertandingan ini kedua karateka sama-sama hanya berhasil mendapatkan satu point yuko, namun Miftah diuntungkan karena lebih dahulu mendapatkan point.

- Periklanan -

Namun di babak final, Miftah tidak lagi selincah empat pertandingan sebelumnya dan dikalahkan karateka PB Inkai, yang baru saja membawa nama harum Indonesia bulan lalu dengan juara di Kazakstan.

Sebelumnya, di arena Popnas Minggu 18 September lalu, Miftah juga menyumbangkan medali perunggu untuk kontingen Sulteng. Delapan karateka lainnya yang diturunkan gugur di babak-babak awal.

“Target kita kali ini adalah menambah jam terbang anak-anak bertanding di even nasional dalam rangka menyiapkan tim PON XX di Papua 2019. Karateka yang kami bawa beberapa baru merasakan bermain di tingkat nasional, namun hasilnya tidak terlalu mengecewakan. Mereka nantinya akan kami evaluasi dengan seniornya dalam program mewujudkan generasi emas karate Sulteng,” kata Kristo Mondolu seaku Binpres Forki Sulteng.

Sebelumnya, pada Piala Panglima tahun 2016, karateka YM Qasim mempersembahkan medali emas bagi kontingen Sulteng.(aml)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.