Kapus Kesehatan Haji Berbagai Ilmu di FK Unisa

- Periklanan -

FOTO; MUCHSIN SIRADJUDIN/RADAR SULTENG
PAPARKAN MATERI : Kapus Kesehatan Haji Kemenkes RI, Dr Eka Jusup Singka (berdiri) saat memaparkan materi tentang pelaksanaan kesehatan haji, di dampingi salah seorang dosen di FK Unisa drg Lutfia Sahabudin (kanan, duduk), Jumat (30/11).

PALU-Kepala Pusat (Kapus) Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Dr dr H Eka Jusup Singka MSc, berkesempatan memberikan kuliah umumnya kepada civitas akademika Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, Jumat (30/11). Kuliah umum tersebut dihadiri Rektor Unisa Dr H Hamdan Rampadio SH MH, Dekat FK Unisa dr Amran, para dosen FK, mahasiswa FK, dan seluruh keluarga besar Unisa.

Saat membuka kuliah umum, Rektor terlebih dahulu memaparkan kondisi terkini warga Sulteng, khususnya yang ada di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi (Pasigala) terkini, pasca bencana alam. “Alhamdulillah, semua kita yang ada di sini masih sehat walafiat. Bencana yang baru saja kita lalui, sebagai akibat dari maraknya LGBT di Kota Palu. Karena itu, seluruh warga di Pasigala ini untuk segera bertobat dan memperbaiki diri kita, lebih meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Sehingga, insya Allah tidak ada lagi bencana dan murka dari Allah SWT, “ kata Rektor Unisa Hamdan Rampadio.

Sedangkan Dekan FK Unisa, dr Amran, memperkenalkan kepada Kapus Kemenkes RI, Dr Eka Jusup Singka, tentang profil FK Unisa yang telah banyak melahirkan dokter-dokter baru yang berkualitas dan kini sudah berkerja di berbagai Puskesmas dan Rumah Sakit yang ada di Sulteng, Kota Palu, maupun di beberapa kabupaten yang ada.

“Dengan terakrediatasi B, Unisa dan jajaran fakultas yang ada terus berbenah dan memajukan diri untuk sejajar dengan perguruan tinggi lainnya. Kami adalah salah satu perguruan tinggi swasta yang terbaik di Sulawesi Tengah, “ ujarnya.

Sementara itu dalam paparan kuliah umumnya, Dr dr Eka Jusup Singka MSc, yang didampingi moderator kuliah umum, Drg Lutfia Sahabudin, menjadi seorang pendamping haji itu harus benar-benar bertugas. Eka Singka mengingatkan, jangan memanfaatkan aji mumpung, lebih cenderung beribadah dari pada menjalankan tugas untuk mengawasi dan menolong para jamaah calon haji.

- Periklanan -

“Tugas seorang petugas kesehatan haji itu sangat berat. Tugas ini harus didahulukan. Sebab tugas kita di tanah suci itu menolong orang, memantau para jamaah kalau ada yang sakit, dan menindakinya dengan pengobatan, serta mengontrol obat jangan sampai kehabisan. Jadi betul-betul kita itu di tanah suci memberi pelayanan kesehatan, bukan mendahulukan ibadah, “ tandas Eka.

Menurut Eka, dengan berada dirinya di Pusat Kesehatan Haji saat ini, telah berupaya melakukan berbagai kebijakan yang mengembalikan fungsi petugas haji pada rel sebenarnya. Bukan mendahulukan ibadah tetapi mengenyampingkan tugas utamanya sebagai seorang tenaga kesehatan.

“ Berkali-kali kami duduk satu meja dengan petinggi-petinggi Kemenkes dan Kementerian Agama (Kemenag) dalam berbagai permasalahan, dan Alhamdulillah semua dapat dibahas dengan baik dan menghasilkan berbagai kebijakan yang menyejukan semua pihak. Maka tak heran bila Kemenkes mendapatkan tiga sertifikat dari pemerintah Arab Saudi tahun 2018 ini karena pelayanan yang kami berikan, “ terang Eka.

“ Kementerian Agama (Kemenag, red) itu adalah mitra kita. Kita harus banyak menyesuaikan diri, beradaptasi, dan memantau perkembangan kebijakan yang dilakukan Kemenag, “ imbuhnya mengingatkan.

Dokter teladan saat bertugas di Rumah Sakit Polewali Sulawesi Selatan ini, berkesempatan menjelaskan mengenai kebijakan haji pemerintah Indonesia kepada para mahasiswa FK Unisa, yang memang sedang belajar dan mengkaji mata kuliah pilihan yaitu penyelenggaraan kesehatan haji. Demikian pula untuk jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng dan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu yang dihadiri kepala dinasnya saat itu, menjelaskan bagaimana peran dan fungsi pemerintah sesungguhnya dalam memberikan pelayanan kesehatan haji, saat berada di tanah suci.

Usai memberikan kuliah umumnya, Dr Eka Jusup Singka diberi cenderamata berupa papan nama dari kayu hitam sebagai ikon kerajinan tangan asal Sulawesi Tengah dari jajaran FK Unisa, serta menandatangani MoU antara Pusat Pelayanan Haji Indonesia dengan Unisa.(mch)

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.