Kapolsek Bunta Gendong Warganya yang Sakit 5 Km

- Periklanan -

Kapolsek Bunta, Iptu Chandra, SH mengendong warga Suku Saluan di Simpang Raya Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah yang sedang sakit dengan perjalanan sekira 5 kilometer, melewati sungai, jalan berbukit, semak belukar untuk menuju RSUD Luwuk, Senin (16/10). (Foto: Istimewa)

LUWUK – Sebagai anggota Polri yang memiliki slogan, melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat  benar-benar ditunjukan Iptu Chandra, SH. Sebagai Kapolsek Bunta, Polres Banggai Provinsi Sulawesi Tengah terpanggil untuk melayani masyarakatnya yang sedang sakit di wilayah terpencil dengan membawa ke tempat perawatan medis dengan cara menggendong pasien luka bakar, Isak Linggi (43) menggunakan alat pikul sederhana, melewati sungai, jalan mendati, semak belukar sepanjang 5 kilo meter.

Mantan Kasat Narkoba Polres Banggai itu, berinisiatif membawa warganya menggunakan alat gendong yang terbuat dari kayu dan diikat dengan tali karena kondisi Isak yang sudah sangat mendesak mendapat perawatan pada luka di kakinya akibat luka bakar yang sudah membusuk.

Warga asli Suku Saluan yang bermukim di Dusun Mumpe Sub Desa Doda, Kecamatan Simpang Raya Kabupaten Banggai dibawa Kapolsek Bunta setelah dilakukan pendekatan dan diyakinkan ke pasien dan keluarganya, bahwa pasien akan mendapat perawatan medis yang lebih memadai.

- Periklanan -

Kapolsek Bunta, Iptu Chandra, SH saat akan menggendong warga , Senin (16/10). (Foto: Istimewa)

Didampingi beberapa keluarga pasien dan Bhabinkamtibmas Brigadir Basuki, Kapolsek Iptu Chandra memikul pasien hanya memiliki satu akses jalan yang melewati sungai berbatu, jalan berbukit, hutan dan semak belukar. Perjalanan dari desa ke tempat tujuan di tempuh sekitar 3 jam menuju akses jalan raya. Sampai di jalan raya, Isak dijemput menggunakan ambulance menuju Puskesmas Bunta untuk mendapat perawatan medis. Sebelum mengevakuasi pasien dari desa terpencil sebelumnya, kapolsek Bunta Iptu Chandra bersama personelnya mencoba untuk berkomunikasi dengan pihak terkait, yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, pihak Puskesmas Bunta dan Rumah Sakit Umum Daerah Luwuk. Setelah mendapatkan kepastian dari instansi kesehatan tersebut, Kapolsek bertubuh atletis itu langsung menuju ke Desa Mumpe dan menjemput Isak.

Kapolsek Bunta, Iptu Chanda dihubungi Radar Sulteng, mengaku apa yang dilakukannya adalah merupakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang polisi yang memiliki tugas melayani dan pengayomi masyarakat.

“Saya lakukan ini hanya semata-mata tugas dan tanggung jawab saya sebagai seorang polisi,” ucapnya merendah.

Menurut Iptu Chandra, karena jarak yang ditempuh terlampau jauh menuju akses pelayanan kesehatan dan ditambah lagi dengan kondisi ekonomi, Isak pun tidak mendapatkan perawatan kesehatan sebagaimana mestinya. Bersyukur, Isak mau mengikuti permintaannya untuk mendapatkan perawatan dari tim medis. “Saat ini Isak masih menjalani perawatan di Puskesmas Bunta. Melihat perkembangan besok pagi (hari ini, red) apakah harus dirujuk ke rumah sakit daerah Luwuk atau masih di puskesmas,” jelasnya. (stv)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.