Kapolri Tegaskan Tidak Ada Ekspansi TKA di IMIP

- Periklanan -

MOROWALI- Untuk memastikan isu adanya serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok di PT Indonesia Morowali Industrial Pakr (IMIP), Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) guna meninjau langsung kondisi tenaga kerja di PT IMIP.
Pada kegiatan kunker yang dilaksanakan pada Rabu kemarin (13/2) ini, Tito Karnavian datang bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.I.P dan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri menggunakan pesawat militer CN 295.
Sesampainya di bandara khusus PT IMIP, para rombongan TNI, Polri dan Menaker langsung meninjau beberapa lokasi pabrik yang ada di kawasan Industri Nikel terbesar di Asia tersebut. Selain itu, mereka juga menyempatkan diri untuk melihat ke lokasi kantin di kawasan PT IMIP untuk memastikan kualitas makanannya.
Disela-sela kunjungan ke lokasi industri Nikel ini, Kapolri Tito Karnavian menyatakan bahwa dirinya datang ke Kabupaten Morowali khususnya di PT IMIP guna memastikan isu yang menyebutkan bahwa ada serbuan TKA di PT IMIP.
“Kami dengan Panglima Menaker dan dari Ditjen Imigrasi ingin mengecek, betulkah bahwa ada Ekspansi Tenaga Asing disini (PT IMIP,red). Tapi kenyataannya, dari yang kami lihat hanya 10 persen (TKA,red) disini. Dari 30 ribu jumlah tenaga kerja, hanya ada 10 persen ekspatriat Tingkok dan 27 ribu Indonesia Asli,”ungkapnya.
Ia mengatakan, dari hasil peninjauan di lokasi industri dirinya melihat bahwa keuletan tanaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di PT IMIP sangat luar biasa dan patut diacungi jempol.
“Tenaga kerja Indonesia itu bukan hanya dari Morowali saja, tapi tetap prioritas dari Morowali. Jadi yang katanya ekspansi TKA itu tidak ada. Yang jelas pembangunan ini sangat memberikan prospek yang sangat menguntungkan, seperti menarik tenaga kerja meningkatkan ekspor kita, visa kita dan pajak kita,”jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Tito Karnavian berharap dari banyaknya serapan TKI yang bekerja di PT IMIP agar kedepannya tenaga kerja ahli teknologi atau tenaga yang mempunyai skill sesuai kebutuhan perusahaan sudah berasal dari Indonesia bukan dari Negara lain.
“Pesan saya bahwa tidak benar adanya informasi adanya ekspansi Tenaga Asing, yang ada mereka pergi investasi disini. Kalau pergi investasi yah boleh saja, apalagi membangun smelter teknologi. Jadi harapan saya kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya di Morowali, agar tidak mudah menerima informasi tanpa menelusuri dulu keberannya. Jangan biasakan diri untuk membagikan informasi Hoax, karena akan merugikan kita sendiri,”harapnya.
Sementara itu Menaker RI Hanif Dhakiri mengungkapkan bahwa, saat ini TKI yang bekerja di PT IMIP kurang lebih 30.428 orang dan TKA sebanyak 3.148 jiwa.
“Ini sesuatu yang masih sangat logis dan situasinya aman terkendali. Yang jelas, kehadiran perusahaan ini (PT IMIP,red) sangat memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Nasional dan Daerah. Hal ini kedepannya akan terus berkembang,”ujarnya.
Sementara Panglima TNI Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa pengamanan dan keamanan di PT IMIP, sangat diperlukan. Sebab, saat ini status PT IMIP adalah sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas).
“Morowali kedepannya akan semakin besar, sehingga diperlukan aspek pengaman dan keamanan. Kami akan segera menggelar kekuatan permanen, dengan menempatkan Batalyon 716 di Morowali. Selain itu, kami juga akan tempatkan Lanal dan bangun dermaga untuk KRI. Kekuatan marinir juga akan diingklutkan bersama Lanut,”tegasnya. (fcb)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.