Kapolda Janji Tutup Lubang Tambang Dongi-Dongi

Sepakat Jika Dibentuk Tim Terpadu

- Periklanan -

PALU – Kapolda Sulteng, Irjen Pol Syafril Nursal mengaku telah menerima surat terkait permintaan masyarakat Desa Sedoa Dusun Dongi-Dongi, untuk menghentikan aktivitas tambang emas Dongi-Dongi yang terletak di Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Kepada wartawan Kapolda Sulteng berjanji akan menutup lubang tambang yang ada di Dongi-Dongi setelah tim terpadu dibentuk. Soal waktunya tidak dijelaskan Kapolda dan hanya mengatakan sepakat bersama Pemerintah Daerah melakukan penertiban tambang ilegal di wilayah hutan lindung, Dongi-Dongi.

Kapolda Sulteng Irjen Pol Syafril Nursal juga menjelaskan sebelum menerima surat permintaan warga untuk menutup tambang ilegal Dongi-Dongi, pihaknya telah mengikuti rapat dengan pihak DPRD Provinsi Sulteng dan disepakati akan membuat tim terpadu.

‘’Saya menginginkan tidak hanya menangkap orang akan tetapi menyelesaikan masalahnya, jangan sampai polisi menangkap kemudian masyarakat masih masuk lagi untuk melakukan aktivitas tambang,” tegasnya kepada wartawan, Senin (30/6) kemarin.

Kapolda Syafril mengungkapkan bahwa bagaimana persoalan tambang ilegal Dongi-Dongi diselesaikan secara tuntas. Misalnya kata Kapolda Syafril, setelah dilakukan operasi terpadu maka lubang bekas galian tambang emas ilegal Dongi-dongi ditutup lalu ditanam pohon kembali. ‘’ Agar masyarakat tidak kembali lagi untuk menambang, jadi lubangnya juga semua harus ditutup total,” tegasnya.

- Periklanan -

Sebab selama ini yang terjadi kata Jenderal bintang dua, apabila dilakukan penangkapan atau dilarang untuk menambang, satu bulan kemudian aksi penambang dilakukan kembali. Hal ini dikarenakan masalah pokoknya tidak bisa diselesaikan secara tuntas.

‘’Saya telah meminta kepada DPRD dan pemerintah agar tata kelola tambang bisa ditata dengan baik,” tegas Kapolda Syafril.
Kalau tidak dikelola dengan baik, menurut Syafril, tentunya banyak lokasi yang akan menjadi sebuah PETI-PETI, padahal diketahui bahwa di wilayah Sulteng ada tambang namun karena tidak ada pengelola dengan baik maka akan dikelola secara ilegal.

Sementara sumber Radar Sulteng menyebutnya, sulitnya menutup lubang tambang di wilayah hutan Lindung Dongi-Dongi akibat banyak yang memiliki kepentingan. Para pemodal semakin membusungkan dada yang diduga kuat mendapat beking oknum aparat.

Bukan rahasia lagi bahwa hasil dari menambang secara ilegal di Dongi-Dongi maupun di Poboya para pemodal mampu mengendalikan oknum pejabat maupun aparat. Syaratnya diberi waktu melakukan aktifitas tambang meski hanya hintungan hari.

Pasalnya, potensi emas yang ada di Poboya maupun Dongi-Dongi menjanjikan dan menggiurkan para pemodal. Kuncinya sebut sumber lagi, aparat Polda Sulteng dibawah kendali Irjen Pol Syafril Nursal harus tegas tanpa pandang bulu membentuk tim khusus penindakan tambang ilegal di wilayah hukum Sulteng. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.