Kanwil Kemenag Sulteng Imbau Warga untuk Memanjatkan Doa

Jauhi Bala Diperingatan Satu Tahun Gempabumi, Tsunami, dan Likuifaksi

- Periklanan -

PALU-Memperingati setahun bencana alam gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi pemerintah melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng akan melakukan imbauan doa di semua rumah ibadah. Misalnya zikir di lapangan Vatulemo bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, dan di semua rumah ibadah di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi, dan Parimo (Padagimo).

“Ini merupakan sebuah gerakan yang luar biasa. Memang secara teknis kegiatan khusus dari Kanwil Kemenag tidak ada, tetapi kami akan membuat surat edaran untuk melaksanakan doa bersama di semua rumah ibadah yang ada, “ kata Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) Kanwil Kemenag Sulteng Dr. H. Kiflin Padjala, M.Pd, dalam konfrensi persnya dengan para wartawan, mewakili Kakanwil Kemenag Sulteng Dr. H. Rusman Langke, M.Pd, di kantor Kemenag Sulteng, Kamis (26/9).

Kiflin Padjala saat memberikan keterangan persnya, didampingi Kepala Sub Bagian (Kasubag) Informasi dan Hubungan Masyarakat (Inmas) Kanwil Kemenag Sulteng, Drs. H. Akbar Sidik, M.HI, menjelaskan, menyikapi atau menyongsong 28 September sebagai peringatan setahun terjadinya bencana alam yang terjadi di wilayah Padagimo, berupa gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi.

“Jadi hari ini tanggal 26 September. Insya Allah dua hari lagi, kita akan melaksanakan beberapa kegiatan di daerah kita, terkait dengan peringatan satu tahun terjadinya gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi yang melanda wilayah provinsi kita Sulawesi Tengah, “ paparnya.

Mengenai hal ini, pandangan kami dikeluarga besar Kemenag Sulteng bahwa ini adalah satu ujian yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita khususnya yang berada di wilayah Padagimo.

“ Disebutkan dalam Alquran, bencana alam adalah ancaman yang sangat menakutkan (rasa takut), kedua adalah kekurangan pangan dan lapangan kerja (kelaparan), ketiga, hilangnya jiwa, banyaknya korban jiwa, dan keempat, hasil panen buah-buahan dan makanan pokok yang berkurang. Seorang yang beriman itu diuji dengan empat hal ini, yakni ketakutan dan kelaparan, “ ucapnya.

Pada saat itu, tambah Kiflin, semua ujian ini datang bersamaan. Karena kenapa ? Bahwa ketakutan ini sebuah ancaman buat kita, dan semua kita merasa ketakutan, dan ini merupakan ujian dari Allah SWT.

“ Saat musibah terjadi memang kita kesulitan dan kelaparan, termasuk beberapa tempat merasakan kekurangan makanan. Walaupun, tidak lapar betul tetapi kita merasakan kekurangan makanan. Terbukti, kita di Sulteng kedatangan bantuan-bantuan (logistik) masuk ke daerah kita, “ urainya.

Menurutnya, menjelang hari peringatan itu cukup banyak dai dai kita dari ibukota yang datang ke Padagimo ini untuk meramaikan peringatan ini.

- Periklanan -

“ Tentu harapan kita semua adalah Insya Allah, kehadiran mereka ini (para dai, red) memberikan kesejukan. Memberikan kegembiraan di hati masyarakat Sulawesi Tengah. Tidak hanya sekadar beramai-ramai dan berhura-hura tetapi kita lebih memaknai apa yang menjadi ujian dari Allah kepada kita itu sebagai itibar, dan menjadi pelajaran bahwa bagi kita momen ini untuk meningkatkan keimanan, dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, “ bebernya.

Bagi yang ditimpa musibah dan duka keluarganya, harus tetap ditingkatkan terus keyakinannya kepada Allah SWT. Inilah bentuk bagaimana kita mengintrospeksi diri, dan terus meningkatkan rasa iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

“Dan yang lebih penting dari pada itu adalah momen tanggal 28 September akan datang kita mengajak kepada masyarakat, melalui masjid-masjid dan rumah-rumah ibadah untuk terus berdoa. Mudah-mudahan apa yang menimpa kita yang lalu, tidak lagi ditimpakan pada masa-masa yang akan datang, “ harapnya.

Di Sulteng alhamdulillah sudah aman, dan kita juga diakui oleh beberapa daerah bahkan dunia dalam hal penanganan bencana ini sudah sangat baik, dan masyarakat kita kembali pulih, seperti tidak terjadi apa-apa.

“Kehidupan kita sudah normal. Perekonomian kita sudah bergairah. Kantor-kantor pemerintahan dan swasta sudah jalan dalam setahun ini. Kedepan kita kembali bangkit. Sebagaimana motto yang kita lihat Palu Bangkit, Sulteng Bangkit, dan seterusnya. Itu semua adalah bentuk motivasi kepada kita semua untuk kembali kita berfikir kedepan, tidak usah mengingat yang terlalu banyak, karena sudah lewat, “ tegasnya.

Kalaupun kita mengingat kepada yang sudah lewat dan sudah kita lalui kemarin tujuannya hanyalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Itu yang utama.

“ Jadi marilah kita bersama-sama, peran media sangat membantu masyarakat, memberikan informasi-informasi yang sejuk. Apalagi informasi-informasi terkait dengan agama. Marilah kita bersama-sama mengajak masyarakat untuk memaknai peristiwa yang sudah terjadi, ujian dari Allah SWT untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, “ tandasnya.

Allah mengatakan, apakah mereka itu menyatakan dirinya sudah beriman ? Padahal mereka sedang diuji. Itu pertanyaan dari Allah dan dijawab sendiri oleh Allah. Artinya, mengapa engkau menyatakan diri sudah beriman, padahal kamu belum diuji.

“Nah, ujian diberikan Allah luar biasa kepada kita, pada tanggal 28 September. Tapi itu sudah cukup kita rasakan ujian yang sangat dahsyat, dan tentunya kita berdoa kepada Allah semoga musibah dahsyat ini tidak terulang, dan tidak terjadi lagi menimpa daerah kita, “ pungkasnya.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.