Kantor SAR Palu Gelar SAR Gathering for Journalist

- Periklanan -

Suasana pengenalan alat dan transportasi penunjang milik Basarnas Kantor SAR Palu saat melakukan pencarian dan pertolongan. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Dalam membangun kerja sama yang baik dengan para jurnalis di Kota Palu, Sulteng, Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor SAR Palu menyelenggarakan SAR gathering for journalist II bertempat di Roa-Roa Hotel, Selasa (3/10).

Kegiatan gathering dibuka langsung oleh Kepala Kantor SAR Palu, Basrano, dirangkaikan dengan pemberian materi terkait pencarian dan pertolongan Basarnas dan pengenalan alat serta transportasi yang digunakan para resquer.

Kepala Kantor SAR Palu, Basrano mengatakan, dalam amanat Undang-Undang nomor 29 tahun 2014, Basarnas memiliki tupoksi melakukan penanganan terhadap kecelakaan, baik itu pelayaran maupun penerbangan. Jika hal kedaruratan khususnya terjadi peristiwa bencana alam, pada masa tanggap darurat Basarnas sesuai dengan amanat undang-undang juga menyelenggarakan fungsi pencarian dan pertolongan.

“Akan tetapi, secara keseluruhan kegiatan kebencanaan akan dikoordinasikan oleh BNPB atau BPBD setempat,” kata Basrano.

Dia menjelaskan, jangan sampai orang menilai setiap bencana itu merupakan tanggung jawab Basarnas. Karena ada perbedaan penanganan kecelakaan dan bencana itu sendiri. Misalnya, terjadi gempa bumi atau tanah longsor di suatu wilayah. Maka itu merupakan tupoksi dari BNPB atau BPBD. Namun, dalam konteks pencarian dan pertolongan korban, merupakan salah satu tanggung jawab yang diemban oleh Basarnas.

- Periklanan -

“Tapi kita tidak mendoakan agar terjadi bencana, kita berharap agar wilayah di sekitar kita dijauhkan dari bencana,” lanjut Basrano.

Menurutnya, terkadang dalam hal penanganan kebencanaan masih membuat banyak masyarakat belum memahami secara jelas. Olehnya itu, melalui SAR gathering for journalist dengan adanya kawan-kawan media baik cetak, online, maupun elektronik, dapat menjadi jawaban dari pemahaman yang masih minim di lapisan masyarakat terkait tupoksi penanganan kebencanaan.

“Paling tidak bisa diketahui, sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam penyelenggaraannya,” sebutnya.

Namun Basrano mengungkapkan, sebagai insan SAR yang mempunyai solidaritas terhadap lingkungan sekitar, Basarnas tetap menjalin komunikasi dan berusaha semaksimal mungkin, bagaimana meningkatkan kompetensi dan koordinasi. Sehingga saat kegiatan SAR, kalau pun memang itu terjadi maka bisa diselenggarakan dengan efektif dan efisien. “Semoga koordinasi kita dengan awak media tetap terintegrasi dengan baik,”

SAR gathering hari itu mengambil tema “Melalui SAR gathering for journalist 2017, kita tingkatkan peran media pada sistem informasi dan penanganan kecelakaan, penerbangan, pelayaran dan kondisi yang membahayakan manusia, di Provinsi Sulawesi Tengah”.

Ketua panitia kegiatan, Haris Supardi menambahkan, rapat koordinasi SAR tahun 2017 ini, dihadiri oleh organisasi media dan jurnalis yang ada di Sulteng. Pesertanya kurang lebih 70 orang. Kegiatan itu, sebut Haris, dimaksudkan sebagai wadah penyamaan persepsi peningkatan pemahaman terhadap organisasi SAR di wilayah kerja Kantor SAR Palu.

“Salah satu tujuannya mendata dan mengoordinasikan media/jurnalis yang ada, serta menyosialisasikan akan tugas dan fungsi Basarnas,” tutup Haris. (acm/exp)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.