Kantor Polsek Bulagi Kosong, Masyarakat Mengeluh

- Periklanan -

KOSONG : Kantor Polsek Bulagi kosong melompong. Tidak satupun anggota yang berada di Polsek Bulagi. Foto ini diambil pada Jumat (3/2). (foto: istimewa)

BANGKEP – Seharusnya sesibuk apapun petugas kepolisian di Banggai Kepulauan (Bangkep) mengamankan Pilkada, tetapi tidak mengurangi tugas anggota di Polsek melayani masyarakat. Apalagi kasus di Bangkep khususnya perhugelan, perzinahan bahkan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur terbilang tinggi.

Seperti yang terjadi pekan lalu, di Polsek Bulagi kosong melompong saat jam kerja. Tidak satupun anggota Polsek nampak di kantor. Bahkan Kapolseknya pun tidak ada.

- Periklanan -

Hal itu dialami Ketua Umum Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak Indonesia (TRC-PAI) Naumi saat hendak berkoordinasi terkait kasus pencabulan anak dibawah umur di Polsek Bulagi. Jauh jauh dari Jakarta ke Polsek Bulagi ternyata pulang dengan perasaan kecewa.

Ketika hal ini dikonfirmasikan ke Kapolres Bangkep AKBP Heru Pramukarno, sayangnya orang nomor satu di Polres Bangkep itu tidak menanggapi. Saat ditemui di kantornya, Kapolres sedang rapat. Begitu pun juga selesai rapat, Heru pulang ke kediaman dengan alasan sakit.

Terpisah, masyarakat Bulagi, Marson Kasio, berharap polisi professional menjalankan tugasnya. Seyogyanya polisi tidak meninggalkan markasnya. “Banyak masyarakat yang harus bersentuhan dengan pelayanan kepolisian tetapi jarang anggota bertugas. Ini menjadi catatan harusnya tidak boleh,” jelas Marson.

Apalagi kasus pencabulan di Bulagi marak. Masyarakat enggan mengurus di kepolisian itu karena ribet dan belum lagi anggota polisi jarang masuk kantor. (bar)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.