Kantor PLN Tawaili Diserang, Kerugian Capai Rp20 Juta

- Periklanan -

PALU – Kisaran Rp20 juta kerugian yang dialami kantor PLN (Persero) Kota Palu rayon Tawaeli, Kecamatan Palu Utara akibat diserang sekelompok warga tak dikenal, pada Minggu (29/4) lalu.

Security kantor PLN Kota Palu rayon Tawaeli, Rexianto memperlihatkan kaca kantor yang pecah akibat dirusak massa, Minggu malam (29/4). (Foto: Mugni Supardi)

Hal tersebut dikatakan bagian Transaksi energy PLN Rayon Tawaeli, Benediktus bahwa pada saat kejadian memang ada pemadaman listrik akibat adanya gangguan di daerah Kebun Kopi.

Kata dia, gangguan ini terjadi karena banyak faktor, dan yang mendominasi gangguan adalah faktor alam. ‘’Belum sempat dilakukan penormalan, sekitar 50 orang datang ke kantor, ada yang berniat menanyakan kenapa ada pemadaman ?, dan ada juga yang langsung meluapkan emosinya,” jelas Benediktus mengutip penjelasan petugas PLN yang jaga malam kepada Radar Sulteng, Senin (30/4).

Akibat aksi perusakan tersebut katanya, mulai dari kaca jendela hingga Televisi berukuran 21 inchi menjadi sasaran amuk massa. Jumlah kaca jendela yang rusak sekitar 10 jendela. Petugas PLN malam itu kata Benediktus, tidak bisa berbuat banyak karena melihat emosi massa tidak bisa dibendung. Tidak hanya itu dari pantauan Radar Sulteng, papan reklame juga menjadi sasaran perusakan.

- Periklanan -

‘’Ini kursi untuk tamu, juga mereka angkat dan dilemparkan ke tempat pos jaga,” ungkap Benediktus.

Aksi anarkis sekelompok orang tak dikenal terjadi Minggu (29/4) sekira pukul 21.30 wita, dikarenakan saat itu ada kedukaan di salah satu desa yang secara tiba-tiba listriknya padam. Pihaknya pun tidak menyangkal apabila sering dilakukan pemadaman hampir setiap hari.

“ Memang dalam kurun waktu beberapa hari ini, banyak juga yang komplain, entah itu datang langsung atau melalui telepon,” bebernya.

Sementara itu salah seorang warga yang mengaku bernama Intan Marimis, membenarkan sering terjadi pemadaman listrik. Pemadaman tersebut katanya, hanya berselang beberapa menit, kemudian menyala lagi. Kurang lebih 10 menit listrik kembali padam.

‘’ Baru hari ini, tumben tidak mati, biasanya mati satu hari. Saya punya alat elektronik jenis speaker rusak dan, mungkin gara-gara listrik yang sering byar pet,” ungkapnya.

Sementara data yang dihimpun dari Polres Palu menyebutkan, sejumlah saksi telah dimintai keterangan pihak berwajib. Selain memeriksa sejumlah saksi, penyidik Polres Palu juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, pecahan kaca, 8 buah batu, potongan kayu dan satu unit TV merk Sharp 21 Inch. (who/cr8)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.