Kantor Inspektorat Donggala Dibobol Maling

- Periklanan -

Brankas Penyimpanan Uang Ditarik Menggunakan Sajadah

DIBOBOL MALING: Tampak garis polisi terpasang di depan pintu sekretaris Inspektorat yang berdekatan dengan ruang bendahara. (Foto: Ujang Suganda)

DONGGALA – Kantor Inspektorat Kabupaten Donggala dibobol maling pada hari libur, Minggu (29/1) kemarin. Informasi yang dihimpun dari tempat Kejadian Perkara (TKP), aksi pencurian diperkirakan terjadi pada dini hari. Akibatnya brankas penyimpanan uang raib dibawa pelaku. Brankas tersebut berada di ruang bendahara yang berdekatan dengan ruang sekretaris inspektorat.

- Periklanan -

Menurut Sekretaris Inspektorat Donggala, Arif, pada saat itu pelaku masuk melalui pintu samping kantor. Kemudian kembali merusak pintu masuk ruang bendahara. Kata  arif kejadian itu baru diketahui oleh penjaga kantor bernama Kiki setelah terdengar suara mobil di sekitar kantor inspektorat pada dini hari. “Kebetulan rumahnya penjaga kantor ini berdekatan dengan kantor. Jadi pada saat dia mendengar suara mobil, dia melihat ada mobil terparkir di samping kantor, namun tak lama kemudian mobil tersebut langsung pergi,” ungkapnya.

Lanjut Arif, setelah pelaku berhasil kabur, pejaga kantor hanya menemukan satu buah sajadah di depan pintu masuk samping kantor dengan kondisi pintu yang sudah rusak. Diduga, sajadah tersebut digunakan pelaku untuk menarik brankas. “Mungkin mereka tidak mampu angkat, makanya sajadah itu di taruh di bawa brankas baru kemudian ditarik,” ujarnya.

Anehnya menurut Arif, pelaku hanya membawa kabur brankas, padahal di ruangan tersebut cukup banyak barang elektronik seperti komputer.  Menurut Arif, kemungkinan pelaku sudah mengetahui jelas penataan ruang di kantor. “Kita bisa tarik kesimpulan bahwa pelaku ini orang yang sudah paham dengan kondisi di kantor. Terbukti mereka langsung masuk ke ruang bendahara dan mengambil brankas saja. Sebenarnya mereka bisa saja membuka brankasnya untuk mengambil uangnya. Tapi ini kan tidak, mereka seakan sudah tahu bahwa ada banyak uang di dalam brankas itu,” ujarnya.

Kejadian itu juga dibenarkan oleh Kabag ops Polres Donggala, Kompol Asjik. Saat ini kata Asjik, pihak kepolisian sementara memburu para pelaku. Diduga pelaku berjumlah lebih dari dua orang, mengingat bobot brankas yang sangat berat. “Memang sebelumnya brankas itu ditarik menggunakan sajadah. Tapi pada saat dipindahkan ke dalam mobil pasti diangkat. Jadi kalau hanya dua orang, sepertinya tidak sanggup untuk diangkat ke atas mobil. Kalau brankas di bongkar di TKP, mungkin saja bisa satu atau dua orang,” terang Asjik. (ujs)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.