Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Kantor Bawaslu Buol Terbakar

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

BUOL-Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Buol diamuk si jago merah, kejadian kebakaran Jumat (24/9) sekira pukul 12.30 Wita diduga akibat korsleting arus pendek  beruntung tidak ada korban jiwa. Kobaran api di bagian atap lantai dua kantor Bawaslu dapat diatasi dengan cepat, berkat bantuan dari tim SAR menggunakan mobil pemadam watter canon Polres Buol, sehingga tidak merambat.
 
Peristiwa kebakaran tersebut sempat menjadi perhatian warga dan arus lalulintas sedikit terhambat. “Saya baru pulang dari salat Jumat di masjid terkejut melihat api mulai mengepul di ujung kabel induk pada bagian depan lantai atas saat itu, ” ungkap Koordinator Sekretariat (Korsek) Bawaslu Buol, Muhammad A. Singara, kepada sejumlah wartawan.
 
Ia mengatakan, dengan cepat dirinya memerintahkan staf yang sama-sama pulang dari salat Jumat di masjid, untuk bertindak cepat menghubungi pemadam kebakaran sambil dibantu warga menyiramkan air untuk menghambat api yang mulai merambat. Tidak lama kemudian, kendaraan water canon tim pemadam dari Polres Buol tiba dan langsung bergerak cepat menyemprotkan air ke bagian atap, apipun dapat dijinakkan.

“Untung semua dokumen pengawasan terutama Pilkada Gubernur sudah diamankan, dibantu warga setempat termasuk asesoris kantor lainnya, ” ujar Singara. 

Sementara itu, Kapolres Buol AKBP Dieno Hendro Widodo yang memimpin tim  SAR Polres Buol memadamkan api di kantor Bawaslu mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari Bawaslu atas peristiwa kebakaran ini yang diduga akibat korsleting arus pendek pada bagian atap lantai dua. Selain memadamkan api, anggota polisi turut membantu menyelamatkan dokumen Bawaslu untuk dibawa keluar dari dalam kantor agar tidak terbakar.

Meski demikian, usai kebakaran Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dengan terlebih dahulu memasang garis batas (policeline) untuk memastikan kejadian yang sesungguhnya.

“Kita tetap akan melakukan olah TKP untuk menyelidiki kejadian tersebut, ” demikian Kapolres Dieno Hendro Widodo.(tam) 

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.