Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Kamil Bantu TKA/TPA yang Minim Fasilitas

Dua Tahun Santrinya Belajar Tanpa Meja

SIGI – Dipicu keprihatinan mendengar adanya salah satu Taman Kanak-kanak Alquran (TKA) dan Taman Pendidikan Alquran (TPA) di Desa Tinggede Selatan yang kekurangan fasilitas, membuat hati Pemimpin Radar Group, H Kamil Badrun AR SE MSi tergerak mendonasikan sedikit rezekinya untuk membantu taman pengajian tersebut.
Informasi adanya TKA/TPA didapatkan Kamil dari rekannya, yang menyebut bahwa TKA/TPA Al Ikhlas di Desa Tinggede Selatan ini, kekurangan buku Iqra dan Alquran.
Serta fasilitas pendukung, seperti meja maupun karpet yang digunakan 67 santri TKA/TPA tersebut, juga tidak tersedia. Padahal TKA/TPA Al Ikhlas telah terdaftar dan menjadi salah satu taman pengajian di bawah binaan BKPRMI. Kehadiran Kamil, sore kemarin, disambut suka cita para santri dan pengelola TKA/TPA Al Ikhlas.
Seluruh kebutuhan dan fasilitas TKA/TPA yang hanya menggunakan satu ruangan berkukuran 3 X 5 meter yang terbuat dari dinding dan lantai kayu itu, dibawa langsung oleh mantan Ketua PWI Sulteng dua periode tersebut. Di hadapan para pengajar dan santri TKA/TPA, Kamil mengatakan, bahwa apa yang dibawanya ini, merupakan bentuk kepeduliannya dan juga keprihatinan, masih adanya taman pengajian yang kekurangan fasilitas seperti di TKA/TPA Al Ikhlas. “Padahal dari tempat ini, anak-anak usia dini ditanamkan pendidikan agama yang secara utuh. Namun tidak didukung dengan fasilitas yang ada,” tuturnya.
Dia pun merasa sedih, ketika mendapat informasi, bahwa TKA/TPA ini, minim fasilitas penunjang. Bangunan TKA/TPA sendiri, juga kurang layak untuk menampung puluhan anak-anak dari sejumlah keluarga kurang mampu. “Seharusnya pemerintah desa di sini juga bisa perhatikan, kan ada dana desa yang bisa digunakan untuk mendukung hal-hal kemaslahatan umat semacam ini,” jelasnya.
Meski di tengah keterbatasan fasilitas, Kamil pun berpesan, kepada para santri di TKA/TPA ini, agar tetap berpegang teguh pada agama dan tetap rajin pula belajar, dan menggantungkan cita-cita setinggi langit. Bukan tidak mungkin, dari TPA/TKA ini, nantinya lahir para pemimpin-pemimpin yang sukses namun tetap berlandaskan pada keimanan yang tegus kepada Allah SWT. “Tetap belajar dan selalu utamakan pendidikan Islami kalian. Karena menjadi orang sukses, tidak hanya andalkan kepintaran di bangku sekolah formal, tapi juga harus dilandasi keimanan yang teguh,” tandas Kamil, yang juga Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulteng ini.
Sementara itu, Pengurus TKA/TPA Al Ikhlas, Delianti mengungkapkan, taman pengajian ini didirikan sejak 2 tahun yang lalu. Para santri sendiri, umumnya anak-anak warga Desa Tinggede Selatan, yang taraf ekonominya menengah ke bawah. Pengurus sendiri, kata dia, sejak mendirikan taman pengajian ini, tidak sepeserpun menarik biaya kepada para santri. “Kami gratiskan semua, makanya awal didirikan hanya 20 sampai 30 santri, tapi sekarang sudah sampai 67 santri. Tapi pengajarnya hanya 1, karena keterbatasan dana kami untuk membayarkan honor pengajar,” jelas Delianti.
TKA/TPA ini menurut dia, memang sengaja dibangun, karena keprihatinan melihat anak-anak di desa ini, yang sudah lebih banyak habiskan waktu sepulang sekolah dengan bermain handphone. Selain itu, banyak anak-anak yang juga belum tahu baca Alquran. “Kalau mengaji ada diajarkan tapi itu habis magrib di masjid, kasian juga kalau mereka sudah malam harus ke masjid, sementara tugas dari sekolah juga harus diselesaikan mala. Jadi kami inisiatif dirikan TKA/TPA yang mengajarkan mengaji pada sore hari,” terangnya.
Selain kekurangan tenaga pengajar, Delianti juga membenarkan, jika santri mereka terpaksa harus saling meminjam Iqra dan Alquran, karena jumlahnya yang terbatas. Belum lagi ketika belajar menulis tulisan arab, anak-anak harus menulis di lantai. “Kami bersyukur, akhirnya ada bantuan dari pak Haji Kamil, anak-anak jadi sudah punya meja dan duduknya sudah di karpet. Buku-buku Iqra dan Alquran kami pun Alhamdulillah sekarang sudah lengkap,” ungkap Delianti.
Kedepan, pengurus akan menambah buku hafalan yang juga masih terbatas. Namun, dalam waktu dekat akan dibeli pengurus, berkat sumbangan juga dari Pemimpin Radar Group. “Selain anak-anak di tempat ini pada hari Sabtu jadi tempat pengajian ibu-ibu. Mereka nanti juga dapat menggunakan bantuan ini,” pungkasnya. (agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.